Menjaring 172 Talenta Emas: Perjuangan 51 Ribu Siswa-Siswi se-Indonesia Tembus Seleksi Ketat GSI 2025

Pelatih Indra Sjafri akan menjadi coach TC Gala Siswa Indonesia. - Instagram
Sebanyak 51 ribu pelajar bersaing, 172 talenta emas resmi jalani TC Gala Siswa Indonesia 2025.

Persaingan untuk menjadi talenta sepak bola muda terbaik Indonesia terbukti luar biasa ketat. Lebih dari 51 ribu siswa-siswi dari seluruh penjuru negeri harus berjuang keras memperebutkan tempat di Gala Siswa Indonesia (GSI) Tahun 2025. Hasilnya, terjaring 172 talenta emas yang secara resmi memulai Training Center (TC) di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Oktober 2025.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat, total pendaftar GSI tahun ini mencapai 51.170 peserta, terdiri dari 48.830 putra dan 2.340 putri. Melalui proses seleksi nasional yang ketat berbasis video dan pemantauan bakat (talent scouting) oleh tim PSSI, terpilihlah 172 peserta terbaik.

Mereka terdiri atas 108 siswa dan 64 siswi dari 37 provinsi yang akan digembleng dalam pemusatan latihan hingga 30 Oktober mendatang.

Bacaan Lainnya

TC GSI 2025 dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto. Dalam sambutannya, Mariman menegaskan bahwa GSI bukan sekadar kompetisi antarsiswa, melainkan wadah pembelajaran nilai-nilai kehidupan dan karakter.

“GSI adalah wahana membangun karakter generasi muda yang kuat secara fisik, cerdas dalam strategi, dan tangguh menghadapi tantangan. Inilah makna sejati pendidikan yang utuh, mengembangkan kepala, hati, dan tubuh secara seimbang,” ujar Mariman Darto dalam keterangan tertulis.

Penyelenggaraan GSI merupakan buah sinergi tiga pilar: Kemendikdasmen, Kemenpora, dan PSSI. Ahli Utama Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera, menegaskan GSI adalah implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

“GSI adalah bukti nyata sinergi lintas sektor dalam membangun talenta sepak bola nasional sejak usia sekolah. Kalian semua adalah calon Garuda muda yang akan membawa nama bangsa ke kancah dunia,” tegas Dwijayanto.

Dwijayanto juga menekankan pentingnya pembentukan mental yang kuat. Menurutnya, aspek psikologis seringkali menjadi penentu utama kesuksesan seorang atlet. “Seringkali sukses dalam olahraga itu 85 persen ditentukan oleh mental. Inilah kawah candradimuka untuk membentuk jiwa sportivitas, semangat nasionalisme, dan karakter Pancasila,” tambahnya.

Pos terkait