Dengan jernih, Juwono meminta publik memberi waktu setidaknya dua tahun bagi Gus Dur untuk membuktikan kinerja pemerintahannya, alih-alih memaksakan kehendak yang prematur.
Warisan “Ilmuwan Besar” di Mata Kolega
Integritas dan ketajaman analisis Juwono meninggalkan kesan abadi bagi rekan kerjanya. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, yang juga pernah menjabat sebagai Menhan di era Gus Dur, mengenang sosok Juwono sebagai “ilmuwan besar”.
Mahfud menyoroti bagaimana Juwono selalu membawa perspektif akademis yang tajam untuk merumuskan kebijakan. Sang tokoh tak pernah terjebak dalam pragmatisme politik, melainkan terus mengedepankan kepentingan negara di atas segalanya.
Kepergian Juwono Sudarsono tentu menyisakan kehilangan mendalam bagi Indonesia. Namun, jejak kepemimpinannya sebagai ilmuwan di balik kemeja militer, serta loyalitasnya pada visi kebangsaan era Gus Dur, akan terus menjadi cetak biru bagi pertahanan nasional kita ke depan.
Selamat jalan, Prof. Juwono.***





