Mengaku Keamanannya Terancam, Stafsus Menag Minta Rapat Pansus Haji Digelar Tertutup

JAKARTA– Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) sekaligus Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022 – 2027, Ishfah Abidal Aziz, yang biasa disapa Alex, mengaku bisa menunjukkan siapa-siapa orang yang diduga telah melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan haji 2024 yang sedang diusut oleh Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji 2024 DPR RI.

Namun, Alex meminta syarat agar dia mau menyampaikan siapa yang dia maksud: supaya Pansus menggelar rapat secara tertutup dengannya.

Alex menyampaikan permintaan tersebut usai anggota Pansus Haji Marwan Ja’far meminta klarifikasi kepadanya terkait laporan yang menyeret namanya. Menurut Marwan, ada informasi bahwa Alex telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum sejak tahun lalu, bersama dengan vendor-vendor haji yang dinilai nakal.

“Saya dengar-dengar ini (Alex dilaporkan kepada aparat penegak hukum). Makanya, saya minta klarifikasi atau tabayun,” ujar Marwan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Pansus Hak Angket Haji 2024, Selasa (10/9/2024).

Bacaan Lainnya

Merespons Marwan, Alex mengklaim bahwa dirinya tidak terlibat sama sekali dalam apa yang dituduhkan kepadanya. Menurut Alex, ada pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk melakukan tindak pidana.

“Saya bisa tunjukkan orang, pihaknya, saya bisa identifikasi orang-orangnya,” kata Alex dalam rapat tersebut.

Saat Marwan meminta Alex untuk membeberkan oknum-oknum yang dimaksud, Alex lantas meminta Pansus agar dia menjawab dalam rapat tertutup saja. Menurutnya, hal tersebut sudah menyangkut keamanan Alex dan keluarganya.

“Apakah boleh saya mengajukan untuk (rapat) tertutup karena menyangkut institusi yang diklaim oleh pihak tersebut?” tanya Alex.

Permintaan tersebut lantas disetujui oleh anggota Pansus yang hadir. Wakil Ketua Pansus Diah Pitaloka lantas mengetuk palu dan menyatakan, “Rapat kita nyatakan tertutup.”

Sebelum Alex mengajukan permintaannya dalam RDP, Selasa (10/9/2024) itu, Anggota Pansus John Kenedy Azis menanyakan apakah dia mengetahui bahwa ada perusahaan selain Mashariq yang mendaftar sebagai syarikah atau jasa penyelenggara pelayanan jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi.

Mashariq merupakan akronim dari Motawif Pilgrims for Southeast Asian Countries Co, nama syarikah yang mendapat izin dari otoritas Arab Saudi untuk memberikan layanan kepada jemaah selama di Armina.

Pansus Haji mempertanyakan kenapa pemerintah kembali menggunakan Mashariq pada penyelenggaraan haji 2024 ini, sebab Pansus menilai jika perusahaan ini merupakan penyebab sengkarut penyelenggaraan haji 1444H/2023M.

Merespons pertanyaan tersebut, Alex menyebut mendapat informasi bahwa ada beberapa syarikah yang mendaftar untuk memberikan layanan di Arafah Muzdalifah Mina atau Armuzna. Antara lain Mashariq dan Dhuyuf Al-Baits.

“Yang merekomendasikan Mashariq itu di-approve oleh pemerintah adalah oleh Kemenag untuk melaksanakan Armuzna itu adalah saudara?” tanya John dalam rapat Pansus.

“Tidak, Pak. Saya tidak merekomendasikan,” jawab Alex.

John lantas menanyakan apakah Alex mengetahui soal Mashariq. Alex menjawab jika Mashariq memberikan layanan tahun lalu. Jawaban tersebut lantas membuat John bertanya lagi: apakah Alex mengetahui hasil kerja Mashariq di 2023, dan meminta pendapatnya ihwal kinerja perusahaan tersebut.

Menurut Alex, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi terhadap perusahaan tersebut. Antara lain terkait keterlambatan pendorongan dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian keterlambatan pendorongan dari Muzdalifah ke Mina.

“Menurut yang saudara ketahui, apa hasil kerjanya terhadap pelaksanaan ibadah haji di tahun 2023, kondisi Mashariq bagus apa tidak?” tanya John.

“Saya tidak merekomendasikan,” jawab Alex.

“Tahu enggak, Saudara, carut-marutnya pelaksanaan ibadah haji di tahun 2024 itu karena Mashariq itu? Kenapa Mashariq itu dipakai lagi di tahun 2024? Carut-marutnya pelaksanaan ibadah haji di tahun 2023 adalah akibat Mashariq itu. Di tahun 2024 saudara pakai lagi itu, saudara rekomendasikan lagi, apa alasannya?” tanya John.

Alex lantas membantah pertanyaan tersebut. Alex mengaku tidak merekomendasikan Mashariq kepada Kementerian Agama (Kemenag).

John pun meminta Alex untuk menjelaskan sektor mana saja yang melibatkan Mashariq dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024. Dan menurut Alex, Mashariq hanya memberikan layanan di Armuzna. Sementara untuk katering, hotel, bus shalawat, tidak melalui Mashariq.*

 

Pos terkait