Mahfud MD Bilang LGBTQ adalah Kodrat, Waketum MUI Anwar Abbas Mengoreksi

Tetapi, lima penanda DNA yang mereka temukan menjelaskan bahwa kurang dari 1 persen dari perilaku seksual menyimpang ini ditentukan oleh DNA. Sebaliknya, perilaku seksual sesama jenis tampaknya dipengaruhi oleh ratusan atau ribuan gen, masing-masing dengan efek yang kecil.

Sedangkan penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa orang-orang dengan penanda nonheteroseksual ini lebih terbuka terhadap pengalaman baru, lebih mungkin menggunakan mariyuana, dan berisiko lebih tinggi mengalami depresi. “Orang LGBTQ mungkin lebih rentan terhadap penyakit mental karena tekanan sosial,” catat para peneliti dalam studinya yang diterbitkan pada situs Science.

Sementara itu, peneliti lain memperingatkan bahwa temuan ini dibatasi oleh fakta bahwa seseorang yang memiliki pengalaman seks sesama jenis dihitung sebagai nonheteroseksual—meski mereka hanya sekali melakukannya. “Pengalaman yersebut bisa saja karena seseorang ingin mencoba pengalaman baru daripada orientasi seksual,” kata Dean Hamer, pensiunan ahli genetika dari National Institutes of Health di Bethesda, Maryland.

Bacaan Lainnya

(Farhan)

Pos terkait