Prabowo Ultimatum Birokrat Tobat Korupsi, MUI Sarankan Gandeng Asing

Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto mendesak aparat negara segera tobat dan berhenti mencuri uang rakyat.

​Ia menyampaikan peringatan keras ini saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Di tengah maraknya penyidikan kasus korupsi dan gratifikasi, kepala negara menuntut seluruh abdi negara melakukan introspeksi mendalam.

​Fasilitas Jabatan Berasal dari Rakyat

​Prabowo mengingatkan para birokrat, polisi, jaksa, hingga pejabat militer bahwa mereka adalah pelayan masyarakat. Ia menegaskan seluruh fasilitas dan jabatan yang melekat pada mereka berasal dari keringat rakyat.

Bacaan Lainnya

​”Saudara adalah milik rakyat, bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga loh. Kau juga milik rakyat,” tegas Prabowo.

​Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen di kementerian dan lembaga untuk segera membenahi diri. Prabowo menolak melihat masa lalu, namun menuntut perbaikan nyata ke depan karena rakyat sudah muak dengan praktik korupsi dan penipuan.

​Sikat Koruptor Tanpa Pandang Bulu

​Mantan Menteri Pertahanan ini menyadari pemerintah menghadapi tantangan besar, termasuk perlawanan dari para koruptor. Prabowo bahkan mengaku gemas menghadapi para maling uang negara tersebut.

​Oleh karena itu, ia menjamin penegakan hukum akan berjalan adil dan menindak siapa saja tanpa melihat latar belakang kekuatannya.

​”Kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja,” tambahnya.

​Anwar Abbas: Kasihan Presiden Prabowo

​Namun, niat teguh Prabowo ini mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. Tokoh Muhammadiyah ini menilai komitmen presiden akan menemui jalan terjal jika mentalitas para pejabat masih koruptif.

​Ia merasa prihatin melihat kondisi aparatur negara saat ini. “Kasihan sekali kita dengan Prabowo karena anak buahnya tidak tulus dan serius mendukungnya,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan