Sugiono Klaim RI Delegasi Pertama Hormati Makam Khamenei

Menlu RI Sugiono dan Menlu Iran Abbas Araghchi dalam pertamuan di Mashad, Iran, usai pemakaman Ali Khamenei. (Dok. Kemlu RI)

Menlu Sugiono mengklaim delegasi Indonesia jadi yang pertama memberi penghormatan di makam Ali Khamenei, tak lama usai RI sempat dikritik karena hanya mengutus Dubes ke prosesi awal pemakaman.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengklaim delegasi Indonesia menjadi delegasi resmi pertama yang melakukan penghormatan di makam mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, Jumat (10/7/2026).

“Di Mashhad, Jumat, 10 Juli, saya memberikan penghormatan terakhir di tempat peristirahatan Yang Mulia Grand Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Indonesia akan selalu mengenang Yang Mulia sebagai seorang ulama Islam yang dihormati serta tokoh penting dalam persahabatan yang telah lama terjalin,” tulis Sugiono lewat akun X pribadinya, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Khamenei wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, setelah hampir 37 tahun menjabat pemimpin tertinggi Iran. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan, pemerintah Iran secara resmi mengundang Indonesia untuk memberi penghormatan terakhir di kompleks makam tersebut.

Bacaan Lainnya
Sempat Diwakili Dubes, Picu Kritik

Indonesia awalnya hanya mengutus Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menghadiri acara penghormatan awal di Tehran pada 4 Juli. Langkah ini memicu kritik dari mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal lewat akun X pribadinya.

“Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan,” tulis Dino, yang bahkan menyebut sikap itu dianggap Iran sebagai “tamparan” bagi undangan resmi mereka.

Sugiono kemudian menjelaskan alasan pemerintah semula hanya mengutus Dubes. “Yang mewakili Pemerintah Indonesia adalah duta besar Indonesia yang ada di Iran,” katanya, seraya menyebut pejabat kunci RI saat itu masih sibuk menyiapkan kunjungan kenegaraan lain.

Delegasi Dinaikkan ke Level Menlu

Sugiono menyebut akses resmi baru didapat belakangan. “Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas dubes,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7/2026). “Sekarang sudah ada kepastian sehingga kami memutuskan untuk hadir,” tambahnya.

Pemerintah pun menaikkan level delegasi dengan mengutus Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani, mewakili Presiden Prabowo Subianto. Rombongan bertolak dari Jakarta Kamis (9/7) malam, tiba di Mashhad Jumat pagi.

Muzani menjelaskan agenda rombongan usai tiba. “Tidak menginap. Sampai pagi. Paginya pemakaman, siang ziarah, terus setelah itu berbicara dengan, katanya, kami akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Ketua Parlemen Iran,” ujarnya.

Delegasi turut diperkuat unsur ulama, yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni. “Mungkin akan ada beberapa ulama yang ikut, cuma saya belum tahu namanya,” kata Muzani sebelum keberangkatan.

Pertemuan Bilateral di Mashhad

Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Iran Abbas Araghchi di sela rangkaian pemakaman. “Kami menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas. Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global,” kata Sugiono.

Selain Araghchi, delegasi RI turut bertemu Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk membahas penguatan diplomasi antarparlemen kedua negara.***

Pos terkait