Mantan Dubes Iran Sebut Utusan RI ke Pemakaman Khamenei “Ngawur”

Warga berkumpul di sepanjang jalan saat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta anggota keluarganya di Teheran pada 6 Juli 2026. (AFP) 

Mantan Dubes RI untuk Iran Dian Wirengjurit menilai pemerintah meremehkan Iran dengan tidak mengirim Presiden atau Wakil Presiden ke pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Polemik mengenai keputusan pemerintah mengirim Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menteri Luar Negeri Sugiono ke pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terus bergulir. Kali ini, kritik datang dari mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit.

Menurut Dian, keputusan tersebut tidak sebanding dengan pentingnya posisi Iran dalam hubungan diplomatik Indonesia. Ia menilai pemerintah semestinya mengirim Presiden atau setidaknya Wakil Presiden sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang wafat.

“Saya harus bilang sikap kita dalam menentukan delegasi ke acara pemakaman Ayatullah Khamenei ini amat sangat ngawur. Karena undangan sudah disampaikan beberapa waktu lalu,” kata Dian kepada Samudrafakta, Rabu, 8 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Ia juga menolak alasan pemerintah yang menyebut padatnya agenda kenegaraan sebagai penyebab Presiden Prabowo Subianto tidak dapat hadir.

“Buat saya kalau pemimpin besar yang meninggal atau presiden atau raja, sudah sepantasnya pemimpin negara dalam hal ini Indonesia juga mengirimkan presidennya karena dialah kepala negara yang tertinggi,” ujarnya.

Nilai Iran Diremehkan

Dian mengatakan Indonesia selama ini memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran sejak 1950. Karena itu, menurut dia, pengiriman delegasi yang tidak dipimpin kepala negara dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Jakarta tidak lagi menempatkan Teheran sebagai mitra strategis.

“Kelihatan sekali kok faktanya bahwa kita itu saat ini sangat undermain Iran, makanya tidak memikirkan dampak psikologis yang dapat terjadi atas sikap kita ini,” katanya.

Ia bahkan menilai Indonesia seolah memperlakukan Iran sebagai negara yang tidak lagi memiliki arti penting dalam kebijakan luar negeri.

“Kok sekarang kita menganggap Iran seakan-akan seperti negara ketiga, negara yang bukan utama buat kita sehingga acara sepenting prosesi pemakaman Ayatullah ini diremehkan begitu saja. Saya sangat kecewa,” ujar Dian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan