Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengutus Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Menteri Luar Negeri Sugiono menghadiri pemakaman Khamenei di Mashhad. Muzani menegaskan dirinya berangkat sebagai utusan khusus Presiden, bukan dalam kapasitas sebagai Ketua MPR.
GREAT Institute Minta Prabowo Datang ke Iran
Pandangan serupa juga disampaikan GREAT Institute dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peran Indonesia Pascaperang Amerika–Iran di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menilai Indonesia perlu meningkatkan penghormatan diplomatik kepada Iran, termasuk melalui kehadiran Presiden pada momentum penting atau kunjungan kenegaraan.
“Indonesia perlu menunjukkan penghormatan diplomatik yang lebih tinggi kepada Iran, baik melalui kehadiran Presiden pada momentum penting maupun melalui lawatan kenegaraan,” kata Syahganda.
Forum tersebut juga merekomendasikan agar Indonesia menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika melalui kerja sama yang lebih erat dengan Iran dan Turki sebagai bagian dari penguatan posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik global.
Menurut Syahganda, konflik Amerika Serikat-Iran telah membuka babak baru dalam dinamika politik internasional sehingga Indonesia perlu merumuskan kepentingan nasional secara lebih tegas.
“Tanpa arah yang jelas, diplomasi Indonesia dikhawatirkan akan bersifat reaktif dalam menghadapi berbagai krisis internasasional,” ujarnya.***


