Sinyal Rapuhnya Pasar Kerja Indonesia
Perubahan kondisi ekonomi tercermin dari naiknya angka penduduk yang putus asa mencari kerja. LPEM mencatat 1,87 juta orang menyerah mencari pekerjaan per Februari 2025, meningkat dari 1,68 juta orang pada Februari 2024.
Lonjakan ini menunjukkan pergeseran dari posisi aktif mencari kerja menuju kondisi menyerah. Ada kehilangan kepercayaan terhadap peluang kerja yang tersedia. Mobilitas sosial melemah. Mismatch keterampilan membesar.
Laki-Laki Jadi Kelompok Terbesar
Dari sisi gender, laki-laki menyumbang 69 persen dari total kelompok pengangguran putus asa, sementara perempuan 31 persen. Tekanan norma sosial menempatkan laki-laki sebagai pencari nafkah utama, sehingga kegagalan berulang dalam proses mencari kerja lebih mudah menimbulkan keputusasaan.
Pada perempuan, faktor struktural kerap memperparah situasi: kurangnya dukungan pengasuhan, norma domestik, diskriminasi usia, serta status perkawinan dalam proses rekrutmen. Bank Dunia mencatat perempuan Indonesia menghadapi hambatan lebih besar dalam transisi dari sekolah ke dunia kerja.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar kerja belum memberi ruang yang cukup bagi angkatan kerja produktif, termasuk yang berpendidikan tinggi.***





