Gus Yahya Sebut Isu Tambang PBNU Hanya Manuver

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf usai pertemuan dengan PWNU se-Indonesia di Surabaya, Ahad (23/1/2025). - Tangkapan Layar Video Istimewa
Gus Yahya menilai isu tambang hanyalah manuver, sementara Alumni UGM mendesak PBNU kembalikan konsesi.

Isu tambang kembali menyeruak dalam polemik internal elit Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyebut tudingan adanya perselisihan terkait konsesi tambang sebagai manuver pihak tertentu.

Di sisi lain, Warga NU Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis petisi terbuka yang mendesak PBNU mengembalikan konsesi tambang kepada pemerintah.

Isu Tambang Dinilai Sekadar Manuver

Gus Yahya menegaskan tidak ada persoalan substantif terkait tambang dalam dinamika internal PBNU. “Masalah itu (tambang) soal maneuvering,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Ia memandang isu tersebut sebagai opini biasa yang muncul dalam setiap dinamika organisasi. “Namanya maneuvering, opini ini biasalah. Nanti insyaallah ada jalan keluar,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, PBNU mampu menghadapi gejolak internal yang muncul belakangan ini.

Pos terkait