MPR menyatakan lomba cerdas cermat harus menjunjung sportivitas dan keadilan, serta dewan juri harusnya objektif. Pernyataan yang sepenuhnya benar — dan sepenuhnya datang terlambat.
Sebuah lomba yang berambisi menanamkan nilai-nilai konstitusi kepada generasi muda belum selesai memperbaiki dirinya sendiri. Barangkali itulah pelajaran terpenting dari seluruh polemik ini: mengajarkan konstitusi membutuhkan lebih dari soal pilihan ganda dan sesi rebutan bel. Ia dimulai dari keberanian untuk mengakui bahwa fondasinya sendiri perlu dibenahi.***




