FSGI Sebut Final Ulang LCC Bebani Siswa

Acara LCC Empat Pilar di Pontianak yang berujung kontroversi. TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE MPRGOID
FSGI menilai MPR tidak semestinya membebankan kesalahan juri kepada peserta didik lewat final ulang LCC Empat Pilar Kalimantan Barat.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengkritik keras rencana MPR RI menggelar ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat. FSGI menilai keputusan itu bukan solusi yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, mengatakan final ulang tidak diperlukan. Menurutnya, langkah paling penting ialah memastikan kesalahan juri tidak terulang dalam penyelenggaraan berikutnya.

“Lomba tak perlu diulang, tapi MPR harus memastikan peristiwa ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari,” ujar Retno.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menegaskan peserta didik tidak boleh menjadi korban dari kelalaian dewan juri. Ia menilai kesalahan penyelenggara semestinya diselesaikan melalui evaluasi dan pembenahan sistem, bukan dengan membebani siswa.

“Jangan karena kesalahan dewan juri, anak-anak ini menjadi korban,” kata Fahriza.

Kesalahan Juri, Beban Siswa

FSGI menilai final ulang berpotensi menambah tekanan psikologis bagi peserta. Anak-anak yang sebelumnya telah mengikuti lomba harus kembali menghadapi situasi kompetitif akibat kesalahan yang bukan berasal dari mereka.

Dalam pandangan FSGI, keputusan mengulang final juga berisiko mengaburkan akar masalah, yakni ketidakcermatan dewan juri dan lemahnya mekanisme koreksi dalam lomba.

SMAN 1 Pontianak Menolak

Kritik FSGI itu menguat setelah SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan mengikuti final ulang. Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga iklim pendidikan yang aman dan kondusif.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” ujar Indang dalam pernyataan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.

MPR RI menyatakan menghormati sikap SMAN 1 Pontianak dan belum mengambil keputusan akhir mengenai nasib final ulang. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memastikan evaluasi internal terhadap juri tetap berjalan.***

Pos terkait