Lagi, Hakim Agung Jadi Pesakitan KPK

Gedung Merah-Putih KPK. - Dok. Samudrafakta

Andi menjelaskan, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, maka penyidik harus memenuhi minimal dua alat bukti yang sah. MA kini menyerahkan seluruh pengusutan kasus tersebut ke komisi antirasuah itu.

Sekadar diketahui, Gazalba Saleh pernah disorot terkait putusan kasasi terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia adalah satu dari tiga hakim yang mengadili Edhy di tingkat kasasi. Dalam putusan tingkat itu, Edhy mendapatkan potongan hukuman, dari 9 tahun di tingkat banding menjadi 5 tahun di tingkat kasasi.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Kasasi di MA menilai Edhy telah bekerja baik saat menjadi menteri. Hakim juga memuji kebijakan Edhy yang membuka keran ekspor benih lobster. Majelis menilai Edhy telah mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan kecil, karena syarat ekspor benih bening lobster itu harus dari nelayan kecil.

Bacaan Lainnya

Gazalba mengikuti seleksi calon hakim agung pada Agustus 2017. Dalam sesi wawancara, dia mengutarakan tentang pentingnya seorang hakim menggali nilai-nilai keadilan substantif yang mengacu pada bukti-bukti dan fakta dalam persidangan. “Keadilan substantif adalah keadilan yang sebenarnya, keadilan hakiki yang benar-benar mengacu pada bukti-bukti dan fakta pada persidangan,” kata Gazalba di hadapan panelis saat wawancara calon hakim agung tahun 2017.

Menurut Gazalba hal itu dilakukan agar hakim tidak hanya menjadi corong undang-undang. Hakim, menurut Gazalba, perlu juga untuk menggali nilai-bilai keadilan yang juga sesuai dengan Pancasila. Gazalba dilantik sebagai Hakim Agung oleh Ketua MA M. Hatta Ali pada Oktober 2017. Dia pernah menjadi hakim ad hoc di Pengadilan Tipikor Surabaya dan Pengadilan Tipikor Bandung.

Pos terkait