KNKT: Truk “Sound Horeg” Lebih Sulit Ditertibkan daripada ODOL

Ilustrasi karnaval sound horeg di Lumajang, Jawa Timur. | Instagram @mmrrezky_officiall
KNKT menyebut truk sound horeg lebih sulit ditertibkan dibanding truk ODOL karena mayoritas dimiliki perorangan. Bahayanya justru datang dari instalasi audio tanpa standar keselamatan.

__________

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan kesulitan dalam menertibkan truk-truk modifikasi dengan perangkat audio ekstrem, atau yang dikenal dengan sebutan “sound horeg”. Menurut KNKT, truk jenis ini lebih sulit dijangkau ketimbang truk Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Truk ODOL bisa kita tangani lewat perusahaan. Tapi truk sound horeg itu kebanyakan milik pribadi, jadi susah disentuh,” kata Penyelidik Senior KNKT Ahmad Wildan dalam diskusi HINO x Forwot di GIIAS 2025, ICE BSD City, Senin, 28 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Wildan menekankan, pendekatan terhadap perusahaan dalam kasus ODOL bisa dimulai dari manajemen dan lebih mudah diatur. Namun cara itu tidak bisa diterapkan pada pemilik truk individu. Upaya lewat asosiasi juga dinilai tidak efektif karena tidak punya kekuatan hukum.

“Kami sedang mencari jalan keluar dan cara pendekatannya,” ujarnya.

Bahaya Instalasi Audio Non-Standar

Wildan menyoroti bahwa bahaya terbesar dari truk sound horeg justru datang dari proses pemasangan sistem audio yang tidak sesuai standar otomotif.

“Hal paling berbahaya adalah proses instalasinya. Mereka tidak memahami standar otomotif, pakai material yang tidak standar, dan sistem listriknya dijumper sembarangan,” ujarnya.

KNKT menguraikan empat risiko utama dari modifikasi truk sound horeg:

  1. Korsleting dan Kebakaran
    Pemasangan kabel sembarangan dan material non-standar rentan menyebabkan korsleting dan kebakaran.
  2. Kerusakan Sistem Kelistrikan
    Instalasi yang salah bisa merusak komponen vital seperti rem, lampu, atau sistem kontrol mesin.
  3. Gangguan Kestabilan
    Penambahan audio berat secara tidak proporsional mengganggu keseimbangan truk, apalagi saat melaju kencang.
  4. Minim Uji Kelayakan
    Truk yang dimodifikasi ekstrem ini sering kali tak melalui uji keselamatan, membuatnya berisiko tinggi terlibat kecelakaan.

KNKT menegaskan, penindakan terhadap truk sound horeg bukan hanya soal estetika jalan, tapi juga soal keselamatan nyawa.***

Pos terkait