Kisah Sidharta Gautama dan Pencerahan di Bawah Pohon Tin

Maka dari itulah, dalam Islam, beberapa orang menduga bahwa Sidharta Gautama adalah Nabi Zulkifli. Dugaan itu muncul karena dua alasan.

Pertama, menurut Azad, Zulkifli sebenarnya bukan nama orang, tetapi merujuk pada nama tempat, yaitu Kifl atau Kapil. Secara terminologi, istilah itu mendekati nama tempat kelahiran Sidharta Gautama, yaitu Kapilavastu.

Alasan kedua, Sidharta mengalami pencerahan di bawah pohon bodhi. Bahasa Indonesia mengenalnya sebagai pohon ara. Sedangkan dalam bahasa Arab dikenal sebagai pohon tin. Sementara itu, Al-Quran menyebutkan empat nabi dengan simbolnya masing-masing dalam QS. Al-Tîn: 1 – 3,  “wat-tīni waz-zaitn wa ṭri sīnīn wa hāżal-baladil-amīn”.

Bacaan Lainnya

Baladil-amīn adalah Mekkah, simbol Nabi Muhammad Saw.; zaitun itu tumbuh di Yerusalem, simbol Nabi Isa As.; wa ṭụri sīnīn itu Gunung Tursina, simbol Nabi Musa As.; dan kata paling awal dari ayat tersebut, wat-tīni, menurut beberapa pihak, merujuk pada pohon bodhi, simbol Nabi Zulkifli. Itulah argumen Abul Kalam Azad.

Namun demikian, tema ini cukup sensitif untuk umat Muslim maupun Buddha, sehingga jarang dijadikan pembahasan serius yang dikupas dengan pisau sejarah-ilmiah.

(Farhan | Diolah dari Berbagai Sumber)

 

 

Pos terkait