Keren! Siswa SMP Surabaya Sulap Kulit Bawang Jadi Tinta dan Sabun

Inovasi Siswa SMP Surabaya
Raihan Jouzu Syamsudin, siswa SMP Negeri 57 Surabaya. - Dok.pribadi

“Dari hasil riset, kulit bawang putih yang dibakar secara tertutup dapat menghasilkan black carbon. Senyawa ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif tinta spidol yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Proses pengolahan dimulai dengan menjemur kulit bawang putih hingga kering, lalu diperkecil ukurannya menggunakan blender. Selanjutnya, bahan dibakar secara tertutup hingga menghasilkan pigmen hitam, kemudian diayak dan dicampur dengan beberapa larutan hingga menjadi tinta spidol siap pakai.

Selain itu, Raihan juga memanfaatkan kulit bawang putih yang lembab atau berjamur akibat hujan untuk diolah menjadi eco enzyme agar tidak terbuang sia-sia. Dari eco enzyme tersebut, ia mengembangkan produk ketiga berupa sabun cair yang dirancang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan pembusa berlebihan yang berpotensi mencemari perairan.

Bacaan Lainnya

“Dukungan juga datang dari guru yang menyediakan fasilitas laboratorium IPA, mitra kerja sama, kampung binaan, serta orang tua yang membantu proses pengumpulan, pengolahan, hingga pemasaran produk,” ujarnya.

Produk-produk inovasi Raihan telah dipasarkan melalui pameran dan berbagai event lingkungan, salah satunya bersama Tunas Hijau Indonesia. Selain itu, produk juga dibeli oleh tetangga, teman, guru, mitra, serta dipasarkan melalui toko daring. Respons masyarakat pun dinilai sangat positif, terutama terhadap eco enzyme dan sabun cair.

“Ada tetangga yang sudah membeli sabun sampai tiga kali karena katanya wangi dan eco enzyme-nya bagus untuk tanaman,” tuturnya.

Meski ajang lomba telah usai, Raihan memastikan proyek pemanfaatan limbah kulit bawang putih tersebut masih terus berjalan hingga saat ini. “Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara sekolah dan proyek, serta ketersediaan bahan pendukung yang terkadang sulit didapat,” tandasnya.

Sebagai informasi, hasil penjualan produk dimanfaatkan kembali untuk pengembangan proyek, mulai dari pembelian bahan baku, wadah, peralatan, hingga kebutuhan promosi. Selain itu, Raihan juga memperoleh tambahan uang saku dari usahanya tersebut. Saat ini, tinta spidol berukuran 30 mililiter dijual seharga Rp15.000 per botol, sedangkan sabun cair ukuran 250 mililiter dipasarkan dengan harga Rp10.000 per botol. ***

Pos terkait