Keren! Siswa SMP Surabaya Sulap Kulit Bawang Jadi Tinta dan Sabun

Inovasi Siswa SMP Surabaya
Raihan Jouzu Syamsudin, siswa SMP Negeri 57 Surabaya. - Dok.pribadi

Ia menilai, inovasi yang dilakukan Raihan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Limbah yang semula tidak bernilai mampu diolah menjadi produk yang berpotensi dikembangkan sebagai wirausaha sejak dini.

“Kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kreatif dan solutif. Jika pola pikir ini terbentuk sejak dini, ke depan arah pengembangannya akan lebih jelas,” katanya.

Febrina berharap kisah Raihan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain di Surabaya dalam mengembangkan potensi diri dan kepedulian terhadap lingkungan. “Ini adalah success story salah satu anak didik kami. Harapannya, Raihan bisa menularkan semangat inovasi dan kepedulian lingkungan kepada teman-temannya,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Ke depan, Dispendik juga akan mengupayakan dukungan lanjutan agar inovasi Raihan terus berkembang melalui pembinaan riset dan inovasi, termasuk dengan melibatkan BRIDA dan jejaring riset lainnya.

“Kami akan mencarikan ruang dan jalur agar bakat seperti ini bisa terus tumbuh. Anak-anak berprestasi seperti Raihan perlu pendampingan yang tepat agar potensinya berkembang maksimal,” terangnya.

Sementara itu, Raihan mengungkapkan bahwa proyek pemanfaatan limbah kulit bawang putih bermula dari ketertarikannya saat mengikuti ajang Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup.

“Dari situ saya tertarik mengolah limbah kulit bawang putih yang selama ini dianggap tidak bernilai,” ujar Raihan.

Pada tahap awal, Raihan memfokuskan pengolahan limbah tersebut menjadi tinta spidol ramah lingkungan. Seiring waktu, jumlah kulit bawang putih yang berhasil ia kumpulkan terus bertambah hingga mencapai sekitar 3,12 ton. Kondisi itu mendorongnya mengembangkan inovasi lanjutan berupa eco enzyme dan sabun cair

Ia menjelaskan, ide tersebut tidak lepas dari bimbingan guru pembina yang melihat limbah pertanian sebagai potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, hasil panen bawang putih di Indonesia mencapai sekitar 81.805 ton per tahun, yang berbanding lurus dengan besarnya limbah kulit bawang putih yang dihasilkan.

Pos terkait