Riset beras analog berbahan uwi menunjukkan kesiapan teknologi menuju produksi skala besar.
Pengembangan beras analog berbahan umbi uwi kini memasuki fase kesiapan produksi massal. Sejumlah riset perguruan tinggi menunjukkan teknologi pengolahan, mutu produk, hingga kapasitas produksi telah memenuhi prasyarat industrialisasi.
Beras analog uwi dirancang menyerupai beras padi dari bentuk, tekstur, dan cara memasak. Pendekatan ini membuat produk mudah diterima konsumen tanpa perubahan pola makan, sekaligus membuka jalur diversifikasi pangan non-padi.
Teknologi ekstrusi menjadi tulang punggung proses produksi. Tepung uwi diproses melalui tekanan dan panas untuk membentuk butiran menyerupai beras dengan tekstur pulen dan warna krem muda yang stabil.
Uji laboratorium dan sensori menunjukkan mutu konsisten, indeks glikemik rendah, serta potensi fortifikasi protein. Kadar air produk yang rendah juga mendukung umur simpan lebih panjang, penting untuk distribusi skala luas.
Sistem ekstrusi percontohan telah mencapai kapasitas produksi hingga ratusan kilogram per jam. Capaian ini menandai kesiapan beras analog uwi masuk ke fase produksi massal melalui kolaborasi industri dan kebijakan pangan nasional.
Uraian selengkapnya baca di sini.***






0 Komentar