Heboh 19 Ribu Sapi untuk MBG, BGN Klaim Cuma Simulasi, Apa Iya?

Iustrasi Kepala BGN Dadan Hindayana dan sapi-sapi MBG. AI GENERATE
Dadan Hindayana menyebut angka 19.000 sapi hanyalah pengandaian matematis. Tapi, rekam jejak kontroversialnya membuat klarifikasi ini sulit ditelan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara soal angka yang menggemparkan: 19.000 ekor sapi per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan angka itu bukan kebutuhan nyata, melainkan sekadar simulasi matematis belaka.

“Ini hanya pengandaian. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan masak sapi pada hari yang sama, tinggal jumlahkan berapa SPPG dikali satu ekor sapi,” kata Dadan di Bekasi, Selasa (21/4/2026).

Bacaan Lainnya

Masalahnya — angka itu justru keluar dari mulut Dadan sendiri, dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto. Bukan hoaks. Bukan isu liar.

Klarifikasi yang Memantik Lebih Banyak Pertanyaan

Dadan menjelaskan, satu SPPG membutuhkan 350 hingga 382 kilogram daging sapi per sekali masak — setara satu ekor sapi. Dengan hampir 19.000 SPPG aktif, angka besar itu muncul hanya jika seluruh dapur memasak menu yang sama secara serentak.

BGN mengklaim hal itu tidak pernah terjadi karena menu sengaja dibuat bervariasi: telur, ayam, ikan, dan daging sapi bergantian di setiap daerah.

Namun di lapangan, sebuah video viral memperlihatkan seorang siswa mengaku hanya makan daging sapi satu hingga dua bulan sekali — jauh dari gambaran program bergizi yang dijanjikan.

Telur Pun Pernah Bikin Harga Pasar Goyang

Dadan sendiri mengakui bahwa menu seragam nasional berbahaya. Buktinya sudah ada.

Saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo, 17 Oktober 2025, program membutuhkan 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton sekaligus. Harga telur langsung melonjak Rp3.000 per kilogram.

Jika telur saja bisa mengguncang pasar, pertanyaannya wajar: apa yang terjadi jika koordinasi 19.000 dapur benar-benar amburadul?

Polling sembilan media Metropolitan Grup pada April 2026 mencatat 82,47 persen dari lebih 54.000 responden menilai Dadan patut diganti. Angka yang sulit diabaikan.

Klarifikasi BGN mungkin sah secara teknis. Tapi kepercayaan publik adalah soal lain — dan angka 19.000 sapi itu sudah terlanjur membekas.***

Pos terkait