Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Dihantui Krisis

Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Minggu pagi, 3 November 2024, untuk meninjau langsung proses tanam dan panen padi dalam rangka pengembangan program swasembada pangan nasional. - BPMI Setpres/Rusman.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia relatif aman pangan meski konflik global memicu ketidakpastian.

Presiden RI Prabowo Subianto memastikan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.

Pernyataan itu disampaikan saat Peresmian 218 Jembatan di seluruh Indonesia secara virtual pada Senin (9/3/2026).

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” ujar Prabowo.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok global serta lonjakan harga komoditas energi dan pangan.

Target Swasembada Energi dan Protein

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi alternatif berbasis sumber daya domestik.

Kelapa sawit, singkong, jagung, tebu, hingga uwi disebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku energi.

Selain itu, setelah swasembada beras, pemerintah menargetkan kemandirian protein sebagai langkah lanjutan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Upaya ini dinilai penting agar Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Waspada Krisis Global

Prabowo juga mengingatkan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini penuh risiko.

Konflik antara kekuatan besar berpotensi menyeret negara lain ke dalam situasi krisis.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” kata Prabowo.

Meski demikian, pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi dan potensi sumber daya nasional.

Prabowo mengaku secara rutin mempelajari data dan perkembangan ekonomi untuk memastikan langkah kebijakan yang tepat.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan kekayaan-kekayaan baru,” ujarnya.

Pos terkait