Penelitian menunjukkan uwi berpotensi menjadi bahan baku bioetanol alternatif.
Riset membuktikan umbi uwi mengandung karbohidrat tinggi, mencapai 32,64 persen, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Hargono dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam riset berjudul Pembuatan Bioetanol dari Pati Umbi Uwi (Dioscorea alata) melalui Proses Fermentasi dan Distilasi. Riset ini dipublikasikan dalam jurnal Metana: Media Komunikasi Rekayasa Proses dan Teknologi Tepat Guna pada 2020.
Dalam risetnya, uwi terlebih dahulu diolah menjadi pati untuk memudahkan proses hidrolisis dan fermentasi. Pembuatan pati dilakukan dengan mengekstraksi bubur hasil parutan uwi menggunakan air.
Proses Fermentasi dan Distilasi
Tahap hidrolisis dan fermentasi dilakukan secara serentak melalui metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Proses SSF menghasilkan bioetanol berkadar rendah, sehingga diperlukan distilasi untuk meningkatkan kemurnian.
Penelitian ini menggunakan konsentrasi pati uwi 200 g/L, enzim Stargen TM 002 sebesar 1,5 persen (w/w), yeast 1,10 persen (w/w), dan suhu operasi 30 derajat Celsius.
Distilasi dilakukan dalam dua tahap menggunakan dua kolom. Kolom pertama tanpa bahan isian dilengkapi pipa pendingin spiral, sedangkan kolom kedua menggunakan bahan isian packing. Kedua tahap distilasi dioperasikan pada suhu 78 derajat Celsius.
Hasil Penelitian
Tujuan riset ini adalah mempelajari pengaruh waktu SSF terhadap konsentrasi bioetanol serta waktu distilasi tahap pertama dan kedua terhadap kemurnian etanol.
Proses SSF dilakukan selama 90 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 72 jam dengan konsentrasi bioetanol 12,30 persen. Proses distilasi tahap pertama dan kedua masing-masing dilakukan selama 105 menit.
Hasil optimal distilasi dicapai pada waktu 90 menit untuk setiap tahap, menghasilkan konsentrasi bioetanol 27,93 persen pada tahap pertama dan 85,30 persen pada tahap kedua. Peneliti menyimpulkan bahwa rancangan distilasi dua tahap ini layak digunakan sebagai alat pemurnian bioetanol hasil SSF.
Temuan Riset Lain di Sulawesi Selatan
Riset serupa dilakukan oleh Idawati dalam tugas akhir Diploma D3 Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang berjudul Fermentasi Umbi Uwi Menjadi Bioetanol.





