Ketika banyak kota masih sibuk merapikan sistem, Surabaya justru melompat jauh—mencatat lebih dari seribu inovasi dalam satu tahun dan mengubah birokrasi menjadi ruang eksperimen publik.
Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) secara resmi menobatkan Surabaya sebagai Kota dengan Inovasi Terbanyak dalam Satu Tahun, sebuah pengakuan yang bukan semata soal angka, melainkan tentang cara sebuah kota merawat gagasan.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Surabaya mencatat 1.214 inovasi, rekor yang diserahkan dalam puncak acara Penganugerahan dan Pameran Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025 di Balai Pemuda, Surabaya.
Angka itu besar. Namun maknanya jauh melampaui statistik.
Inovasi sebagai Budaya, Bukan Sekadar Program
Di Surabaya, inovasi tak lagi berhenti sebagai jargon kebijakan atau agenda tahunan. Ia menjelma kebiasaan—hidup di ruang-ruang kerja Perangkat Daerah, tumbuh di sekolah dan kampus, hingga berdenyut di kampung-kampung. Dari pelajar hingga kelompok masyarakat, eksperimen dan solusi menjadi bagian dari denyut kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut rekor MURI itu sebagai bonus. Yang utama, katanya, adalah proses kolektif di baliknya. “Alhamdulillah, rekor MURI ini adalah bonus dari kerja keras seluruh elemen kota. Inti dari 1.214 inovasi ini adalah gotong royong,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Eri menegaskan, ribuan inovasi tersebut bukan untuk pamer capaian. Ia lahir dari kebutuhan riil warga. “Inovasi ini hadir bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memangkas birokrasi, mempercepat pelayanan kesehatan, dan menggerakkan ekonomi umat. Berhenti berinovasi berarti berhenti melayani,” katanya.
Nada itu mencerminkan arah Surabaya hari ini: pemerintahan yang tidak puas hanya dengan berjalan, tetapi memilih berlari. Rekor MURI ini, bagi Eri, mempertegas langkah menuju visi Surabaya sebagai Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan, sekaligus menjadi rujukan bagi daerah lain yang masih ragu membuka ruang inovasi seluas-luasnya.
Inovboyo dan Etalase Masa Depan Kota
Lonjakan jumlah inovasi tahun ini tak datang tiba-tiba. Irvan Wahyudrajat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, menyebut Inovboyo 2025 sebagai salah satu pemicunya. Ajang ini berfungsi sebagai etalase—tempat ide diuji, dipertemukan, dan dipertajam.





