Lirboyo Undang Semua Elemen NU, Upaya Islah Konflik PBNU Menguat

Ponpes Lirboyo, Kediri, siap memfasilitasi islah PBNU, dengan syarat tertentu. - Dok. Samudrafakta
Pesantren Lirboyo menginisiasi Musyawarah Kubro untuk merajut islah konflik PBNU.

Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, kembali mengupayakan islah di tengah konflik elit Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang belum mereda. Upaya ini ditempuh melalui agenda Musyawarah Kubro bertajuk Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Undangan Musyawarah Kubro tertuang dalam surat bernomor 058/A/AZM/P2L/XII/2025 yang ditandatangani Sohibul Hajat KH M Anwar Manshur dan Sohibul Bait KH Abdullah Kafabihi Mahrus, tertanggal Rabu, 17 Desember 2025.

Musyawarah Kubro Digelar di Lirboyo

Musyawarah Kubro dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 21 Desember 2025, di kompleks Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Forum ini dapat diikuti secara luring maupun daring, membuka ruang partisipasi luas bagi struktur dan warga NU.

Bacaan Lainnya

Dalam lampiran surat, Pesantren Lirboyo mengundang seluruh elemen kepengurusan NU, mulai dari Mustasyar PBNU, Syuriyah PBNU, Tanfidziyah PBNU, badan otonom PBNU, Rais dan Ketua PWNU serta PCNU se-Indonesia, Ketua PCINU se-dunia, hingga para masyayikh dan pengasuh pondok pesantren (ashabil ma’ahid).

Sejumlah tokoh senior NU turut diundang, di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, KH Umar Wahid, dan KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin.

Lanjutan Forum Sesepuh NU

Musyawarah Kubro ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pertemuan para Mustasyar PBNU dan Sesepuh NU yang sebelumnya digelar di Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada 30 November 2025, serta Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 6 Desember 2025.

Forum di Ploso diprakarsai KH Anwar Manshur dan KH Nurul Huda Djazuli. Sejumlah kiai sepuh hadir, antara lain KH Abdul Hannan Ma’shum, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ubaidillah Shodaqoh, dan KH Kholil As’ad. Beberapa tokoh mengikuti secara daring, termasuk KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, dr Umar Wahid, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

Dalam pertemuan tersebut, para sesepuh NU menyampaikan keprihatinan atas dinamika di tubuh PBNU. Mereka berharap segera terwujud islah serta mengimbau semua pihak menahan diri, termasuk menghentikan pernyataan terbuka di media.

Empat Sikap Forum Tebuireng

Pertemuan lanjutan di Pesantren Tebuireng menghasilkan empat poin sikap. Pertama, forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.

Pos terkait