Perbedaan penekanan istilah turut mewarnai kegiatan ini. China menyebutnya sebagai latihan pelayaran bersama yang meningkatkan kemampuan kerja sama kedua angkatan laut sekaligus menjaga perdamaian kawasan, sementara Indonesia bersikukuh menekankan sifatnya yang terbatas dan bukan latihan tempur.
Bagi Jakarta, kegiatan itu adalah diplomasi maritim dalam perjalanan pulang kapal perang. Bagi Beijing, ia adalah kerja sama dua angkatan laut. Bagi Taipei, kehadiran kapal China dan Indonesia di sisi timur Taiwan adalah manuver yang berpotensi membawa konsekuensi politik.
“Passing exercise bukanlah latihan tempur,” kata Yvonne Mewengkang menutup penjelasan resmi Kemlu.***





