Staf Gedung Putih dan awak media membuang semua benda dari China — termasuk pin dan ponsel sekali pakai — ke dalam tong sebelum pesawat kepresidenan lepas landas dari Beijing.
Sebelum menaiki Air Force One, staf Gedung Putih dan awak jurnalis diwajibkan menyerahkan semua barang yang diterima selama kunjungan: ponsel sekali pakai, tanda pengenal, dan pin kerah yang dibagikan pihak China.
Semua benda itu dimasukkan ke dalam tong yang ditempatkan di kaki tangga pesawat. Tak satu pun barang asal China diizinkan terbang bersama rombongan.
Protokol Keamanan Siber
Langkah ini merupakan bagian dari antispionase yang diterapkan delegasi AS selama kunjungan berisiko tinggi ke China. Trump dan para pejabat Amerika juga disebut tidak membawa perangkat elektronik pribadi selama kunjungan berlangsung.
Para analis keamanan menyebut prosedur semacam ini bukan hal baru — sudah lama menjadi bagian dari praktik kontra-intelijen AS dalam kunjungan resmi ke negara yang dianggap berisiko tinggi dari sisi keamanan siber, termasuk China dan Rusia.
Ketika ditanya soal potensi spionase, Trump dilaporkan merespons: “Kami tidak membahasnya, karena kami juga memata-matai mereka sebagaimana mereka memata-matai kami.”
Pin yang Dipakai, Lalu Dibuang
Sebelumnya, foto-foto yang beredar menunjukkan Tim Cook dari Apple dan Jensen Huang dari Nvidia mengenakan pin yang sama — yang belakangan justru berakhir di tong sampah itu.
Dalam foto resmi kunjungan, pin itu tampak dikenakan oleh Trump, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, dan sejumlah agen Dinas Rahasia.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi turut hadir melepas keberangkatan Trump dari Beijing. Kunjungan dua hari itu sendiri digambarkan Trump sebagai “bersejarah,” meski berbagai perbedaan mendasar antara Washington dan Beijing — termasuk soal Iran dan Taiwan — tetap belum terselesaikan.***





