Selain revitalisasi fisik, Kementerian Agama juga mengusulkan Rp10,9 triliun untuk digitalisasi pembelajaran. Kemenag menilai penguatan sistem belajar berbasis teknologi penting agar lembaga pendidikan keagamaan tidak terus tertinggal dalam akses digital dan metode belajar.
Kemenag juga memasukkan Rp159 miliar untuk bantuan buku tulis gratis dan Rp22,9 miliar untuk program Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Seluruh pos itu disusun sebagai satu paket intervensi agar pembenahan pendidikan keagamaan tidak berhenti pada pembangunan gedung.
Soroti Ketimpangan MBG
Nasaruddin juga menyoroti rendahnya jangkauan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di madrasah dan pondok pesantren. Saat ini cakupannya baru sekitar 10 sampai 12 persen, jauh di bawah sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai 80 persen.
Menurut Nasaruddin, ketimpangan itu harus segera dikoreksi karena banyak siswa madrasah dan santri berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Mereka, kata dia, justru termasuk kelompok yang paling membutuhkan dukungan gizi dari program negara tersebut.
“Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan,” kata Nasaruddin Umar dalam keterangan resmi, Minggu, 5 April 2026.
Pesantren Dinilai Siap
Menag menilai pondok pesantren justru memiliki ekosistem paling siap untuk menjalankan MBG. Santri telah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan tradisi makan bersama, sehingga model distribusi makanan dinilai lebih aman, efektif, dan lebih mudah diawasi.
“Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan, karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif,” ujar Nasaruddin Umar, Minggu, 5 April 2026.
Usulan tambahan anggaran Rp24,8 triliun itu kini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam menyetarakan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. Bagi Kemenag, ini bukan sekadar angka APBN, tetapi ukuran keberpihakan negara pada masa depan anak bangsa.***





