Saat Bung Karno diasingkan ke Ende, Inggit yang hendak menyertai suaminya ke pengasingan diantar oleh Raden Soemodihardjo ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sukarno diberangkatkan ke pengasingan dari Tanjung Priok, Jakarta, dan kapal yang membawanya berlabuh di Perak, Surabaya. Ketika di Tanjug Perak itulah Inggit menyusul Sukarno naik kapal.
Sebuah ilustrasi gambar dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi menjelaskan momen tersebut. Ilustrasi tersebut menerangkan jika Bung Karno dan keluarganya naik Kapal Van Riebeeck dari Pelabuhan Surabaya menuju tempat pembuangan Ende, Flores, pada 1933.
Menurut Kushartono, Inggit kerap berkunjung ke Ndalem Pojok dan belajar membuat jamu, obat, serta bedak kecantikan Jawa di sana. Durasi kunjungnya meningkat saat Sukarno menjalani masa pembuangan di Bengkulu—hingga akhirnya Sukarno bertemu Fatmawati dan memutuskan untuk menikah yang ketiga kalinya.
(Wijdan/bersambung)





