Pemerintah Jepang berencana mewajibkan tes Tuberkulosis (TBC) terhadap wisatawan yang datang dari enam negara, yakni Myanmar, Filipina, Vietnam, China, Nepal, dan Indonesia. Kebijakan ini dipicu meningkatnya jumlah pasien TBC kelahiran luar negeri Jepang.
Rencananya tes bagi wisatawan Indonesia bakal diterapkan pada 2024 ini. “Kami sedang melakukan persiapan implementasi secepatnya. Kami berharap dapat memulainya pada tahun fiskal berikutnya,” ujar Menteri Kesehatan Keizo Takemi pada 16 November 2023 seperti dilansir situs Asahi.
Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, 10,235 pasien TBC baru terdaftar di Jepang pada tahun 2022. Namun sejak tahun 2021, jumlah kasus TBC telah turun di bawah 10 per 100.000 penduduk, menjadikan Jepang sebagai negara “endemis rendah” untuk TBC menurut klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, 11,9 persen pasien TBC baru berasal dari luar negeri, dan rasionya terus meningkat.
Hal ini tentu meresahkan bagi warga Indonesia yang hendak berkunjung ke Jepang. Mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk tes TBC di Lembaga yang ditunjuk Pemerintah Jepang. Seperti apa gambaran TBC di Indonesia?
Data tahun 2022, jumlah TBC berkisar 700 ribu kasus di seluruh Indonesia. Data ini dilansir oleh Kementerian Kesehatan RI dalam artikel dengan judul “Deteksi TBC Capai Rekor Tertinggi di Tahun 2022”, diunggah pada 31 Maret 2023 di situs sehatnegeriku.kemkes.go.id. Data sebanyak itu merupakan hasil deteksi yang dilakukan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia.





