Praktik ini, kata Abdul Fickar, tak jauh beda dengan judi online judol.
“Di belakang peristiwa (penembakan di Solok Selatan) ini ada beking-bekingan. Begitulah rumus lama. Bersama kekuasaan atau kewenangan, di situ ada potensi korupsinya,” kata Fickar, dikutip Senin (25/11/2024).
Maka itu, dia mendorong agar Polri melakukan evaluasi. Salah satunya melalui transparansi pada semua level program.
“Sebaik apa pun pendidikan dan pelatihan kepada SDM-nya, akan selalu ada penyimpangan. Karena itu butuh ketegasan tindakan disiplin, sekaligus penegakan hukum. Pecat saja jika terbukti,” lanjutnya.
Polisi sendiri masih terus mendalami siapa sosok bos pemilik tambang galian C yang diduga dibeking AKP Dadang Iskandar.***





