Insiden polisi tembak polisi di Mapolres Solok Selatan, Sumatera Barat, dilatarbelakangi dugaan ‘bekingan’ tambang galian C ilegal. Pertambangan ini beda dengan tambang bahan mineral semisal minyak bumi, batu bara, atau tembaga.
Sebagai informasi, Solok Selatan memang dikenal dengan pertambangan emasnya, sehingga mendapatkan julukan “Bukit Emas”.
Emas merupakan salah satu jenis bahan tambang yang termasuk dalam golongan galian C. Bahan lain yang termasuk golongan ini adalah batu permata, batu kapur, batu tulis, batu apung, batu kali, pasir kuarsa, marmer, pasir, dan tanah liat.
Logam mulia itu bisa ditemukan di hampir setiap bukit di wilayah Solok Selatan. Lokasi tambang emas ternama di sana berada di kawasan Jorong Jujutan Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solok Selatan.
Selain emas, para penambang ilegal Solok Selatan juga mengeruk material lain dari dasar Sungai Batang Hari.
Polisi sendiri belum menjelaskan jenis galian C mana yang ‘dibekingi’ oleh bekas Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.
Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Andry Kurniawan, saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Sabtu, 23 November 2024, hanya menjelaskan bahwa polisi telah menangkap sopir truk di tambang galian C yang sedang diusut oleh AKP Ulil—yang berujung pada penembakan oleh AKP Dadang.
Kata dia, sopir truk itu diduga memiliki hubungan dengan tersangka utama atau pemilik galian.
“Kalau dari keterangan penyidik yang menangani, yang bersangkutan meminta tolong (kepada AKP Dadang) untuk bisa membantu,” kata Andry.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan menyatakan bahwa polisi masih melakukan pendalaman terkait siapa pemilik tambang yang menjadi hulu peristiwa di Mapolres Solok Selatan itu.
Usut Akar Masalahnya
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Jakarta, Abdul Fickar Hadjar, menilai jika fenomena ‘beking-bekingan’ sebagaimana yang terjadi di Solok Selatan memang masih hidup di kalangan aparatur negara—tak hanya di kepolisian saja. Satu pihak tugasnya memberantas, satu pihak lagi mengambil keuntungan dengan melindungi.





