Skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan soal isinya, tetapi tentang jejak digitalnya, yang tersimpan di sistem Electronic Thesis and Dissertation (ETD) Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut penelusuran metadata yang dilakukan seorang yang mengaku paham IT, dari font yang digunakan, waktu unggah, dan perubahan terakhir dokumen menimbulkan sejumlah tanda tanya besar.
___________________
Dalam video yang diunggah oleh akun @Cakkhum, investigasi dimulai dari laman ETD UGM. Dengan menyalin kata kunci judul “skripsi Jokowi”. Sistem hanya menampilkan satu hasil pencarian: sebuah skripsi berjudul “Studi Tentang Pola Konsumsi…” yang ditulis oleh “Joko Widodo”. Nama ini mengacu pada Presiden RI, Joko Widodo.
Masuk akan penjelasannya mengenai kapan skripsi Jokowi dibuat, penjelasannya sangat ilmiah pic.twitter.com/ytk1DVMNZd
— Cak Khum (@CakKhum) May 14, 2025
Yang menarik, skripsi tersebut baru ditambahkan ke repositori ETD pada 12 Februari 2019 pukul 08.42 WIB, atau hampir lima tahun setelah Jokowi resmi menjabat sebagai presiden. Dokumen itu tercatat mengalami perubahan terakhir pada 16 April 2025 pukul 09.16 WIB—waktu yang belum lama berselang dari sekarang.
Masuk lebih dalam ke file PDF skripsi, data forensik menunjukkan file itu dibuat pada 19 Februari 2018 pukul 13.12, lalu dimodifikasi hanya empat menit kemudian. Software yang digunakan untuk membuat file adalah Foxit Phantom PDF Printer versi 7.3.4.0308.
Fakta berikutnya yang mengundang diskusi publik adalah penggunaan font Times New Roman dan Helvetica dalam skripsi tersebut. Penggunaan Helvetica menjadi bahan perdebatan, mengingat font ini tidak umum dipakai dalam standar penulisan akademik UGM di masa 1980-an, saat Jokowi kuliah.
Sejumlah pihak mempertanyakan: mengapa skripsi yang ditulis di akhir 1980-an baru diunggah ke ETD pada 2019, dibuat dalam bentuk file PDF pada 2018, dan diubah kembali pada 2025? Apakah ini bagian dari proses digitalisasi biasa? Ataukah ada faktor lain yang belum diungkap?
Munculnya kembali isu ini mengingatkan publik pada kontroversi masa lalu, termasuk terbitnya buku Jokowi Undercover yang sempat menggugat keaslian rekam jejak akademik Jokowi.
Hingga kini, pihak UGM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait waktu unggah, perubahan dokumen, maupun aspek teknis dari file skripsi Presiden tersebut. Saat diverifikasi oleh netizen melalui kecerdasan buatan @Grok, muncul keterangan bahwa video yang menyebut skripsi Jokowi dibuat pada 2018 belum terverifikasi. Rekor resmi UGM dan kesaksian alumni memastikan Jokowi lulus pada 1985, didukung oleh dokumen dan foto.
Metadata digital yang menunjukkan 2018 bisa mencerminkan waktu digitalisasi, bukan pembuatan asli, sehingga bisa menyesatkan. Bukti resmi lebih kuat, tapi klaim digital menambah kompleksitas. Verifikasi informasi penting untuk kejelasan.
Sementara itu, pada Selasa, 13 Mei 2025, Presiden RI ke-7 Jokowi mengunjungi rumah dosen pembimbingnya semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Kasmudjo di Sleman Yogyakarta. Pertemuan tersebut terjadi pada Selasa, 13 Mei 2025, dan dibagikan langsung oleh Jokowi melalui akun X resminya, @jokowi.
Dalam unggahannya, Jokowi menulis bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari silaturahmi pribadi kepada sosok yang telah berjasa membimbingnya di masa kuliah.
“Hari ini, saya berkunjung untuk bersilaturahmi dengan Dosen Pembimbing Akademik saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Bapak Ir. Kasmudjo. Di usia 75 tahun, beliau masih sehat dan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan kepada beliau,” tulis Jokowi.




