Loncat ke konten
Menu Mobile
Berita dan Opini Kerakyatan | Samudrafakta
  • Berita dan Opini Kerakyatan | Samudrafakta
  • Beranda
  • Berita
    • Politik
    • Hukum
    • Layanan Publik dan Pemerintahan
    • Alam dan Lingkungan
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Inovasi
    • Daerah
  • Gaya Hidup
    • Gaya Hidup dan Budaya
    • Kesehatan
    • Pelesir
    • Kuliner
  • Perlu Tahu
  • Wawasan
  • Analisis dan Opini
    • Analisis
    • Opini
Terkini
Mahfud MD Sebut Koruptor MBG Layak Dihukum Mati Mahasiswa ITS Ciptakan SUBTRACK Petakan Zona Rawan Banjir 150 Perajin Rakit Kiswah Ka’bah Berlapis Emas 24 Karat Kiswah Ka’bah Diganti, Pesan Spiritual di Tahun Baru Islam Pakar Sebut MBG Bancakan, Minta MK Batalkan Aturan
Iklan
Beranda Berita Peristiwa Jejak Digital Skripsi Jokowi di ETD UGM Dikuliti Orang IT: Soal Metadata, Font Helvetica, dan Misteri Tanggal Unggah

Jejak Digital Skripsi Jokowi di ETD UGM Dikuliti Orang IT: Soal Metadata, Font Helvetica, dan Misteri Tanggal Unggah

Gambar Gravatar
Edi Pur
16 Mei 202520 Mei 20251514 Dilihat
Video seorang yang mengerti IT mengulitti jejak digital skripsi Presiden RI ke-7 Joko Widodo beredar via media sosial X. | Ilustrasi Samudra Fakta
Iklan
Skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan soal isinya, tetapi tentang jejak digitalnya, yang tersimpan di sistem Electronic Thesis and Dissertation (ETD) Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut penelusuran metadata yang dilakukan seorang yang mengaku paham IT, dari font yang digunakan, waktu unggah, dan perubahan terakhir dokumen menimbulkan sejumlah tanda tanya besar.

___________________

Dalam video yang diunggah oleh akun @Cakkhum, investigasi dimulai dari laman ETD UGM. Dengan menyalin kata kunci judul “skripsi Jokowi”. Sistem hanya menampilkan satu hasil pencarian: sebuah skripsi berjudul “Studi Tentang Pola Konsumsi…” yang ditulis oleh “Joko Widodo”. Nama ini mengacu pada Presiden RI, Joko Widodo.

Masuk akan penjelasannya mengenai kapan skripsi Jokowi dibuat, penjelasannya sangat ilmiah pic.twitter.com/ytk1DVMNZd

Bacaan Lainnya
  • Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim: ‘Martabat Saya Dilecehkan’
  • Polda Metro Cekal Roy Suryo dkk di Kasus Ijazah Jokowi, Wajib Lapor Tiap Pekan
  • Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

— Cak Khum (@CakKhum) May 14, 2025

Yang menarik, skripsi tersebut baru ditambahkan ke repositori ETD pada 12 Februari 2019 pukul 08.42 WIB, atau hampir lima tahun setelah Jokowi resmi menjabat sebagai presiden. Dokumen itu tercatat mengalami perubahan terakhir pada 16 April 2025 pukul 09.16 WIB—waktu yang belum lama berselang dari sekarang.

Masuk lebih dalam ke file PDF skripsi, data forensik menunjukkan file itu dibuat pada 19 Februari 2018 pukul 13.12, lalu dimodifikasi hanya empat menit kemudian. Software yang digunakan untuk membuat file adalah Foxit Phantom PDF Printer versi 7.3.4.0308.

Fakta berikutnya yang mengundang diskusi publik adalah penggunaan font Times New Roman dan Helvetica dalam skripsi tersebut. Penggunaan Helvetica menjadi bahan perdebatan, mengingat font ini tidak umum dipakai dalam standar penulisan akademik UGM di masa 1980-an, saat Jokowi kuliah.

Sejumlah pihak mempertanyakan: mengapa skripsi yang ditulis di akhir 1980-an baru diunggah ke ETD pada 2019, dibuat dalam bentuk file PDF pada 2018, dan diubah kembali pada 2025? Apakah ini bagian dari proses digitalisasi biasa? Ataukah ada faktor lain yang belum diungkap?

Munculnya kembali isu ini mengingatkan publik pada kontroversi masa lalu, termasuk terbitnya buku Jokowi Undercover yang sempat menggugat keaslian rekam jejak akademik Jokowi.

Hingga kini, pihak UGM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait waktu unggah, perubahan dokumen, maupun aspek teknis dari file skripsi Presiden tersebut. Saat diverifikasi oleh netizen melalui kecerdasan buatan @Grok, muncul keterangan bahwa video yang menyebut skripsi Jokowi dibuat pada 2018 belum terverifikasi. Rekor resmi UGM dan kesaksian alumni memastikan Jokowi lulus pada 1985, didukung oleh dokumen dan foto.

Metadata digital yang menunjukkan 2018 bisa mencerminkan waktu digitalisasi, bukan pembuatan asli, sehingga bisa menyesatkan. Bukti resmi lebih kuat, tapi klaim digital menambah kompleksitas. Verifikasi informasi penting untuk kejelasan.

Sementara itu, pada Selasa, 13 Mei 2025, Presiden RI ke-7 Jokowi mengunjungi rumah dosen pembimbingnya semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Kasmudjo di Sleman Yogyakarta. Pertemuan tersebut terjadi pada Selasa, 13 Mei 2025, dan dibagikan langsung oleh Jokowi melalui akun X resminya, @jokowi.

Dalam unggahannya, Jokowi menulis bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari silaturahmi pribadi kepada sosok yang telah berjasa membimbingnya di masa kuliah.

“Hari ini, saya berkunjung untuk bersilaturahmi dengan Dosen Pembimbing Akademik saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Bapak Ir. Kasmudjo. Di usia 75 tahun, beliau masih sehat dan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan kepada beliau,” tulis Jokowi.

Halaman: 1 2
Electronic Thesis and Dissertation (ETD) UGMGugatan hukum keaslian dokumenIjazah JokowiKeaslian ijazah JokowiKontroversi akademik JokowiKunjungan Jokowi ke dosen pembimbingMetadata digital skripsiSkripsi Jokowi
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Jokowi Lapor Polisi setelah Nonton Video soal Tudingan Ijazah Palsu pada 26 Maret 2025
Pos berikutnya Indonesia Salah Satu Eksportir Tekstil Terbesar di Dunia, tapi 75 Persen Produk Hijab Masih Impor. Kok Bisa?

Pos terkait

  • Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim: ‘Martabat Saya Dilecehkan’

  • Polda Metro Cekal Roy Suryo dkk di Kasus Ijazah Jokowi, Wajib Lapor Tiap Pekan

  • Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

  • Jokowi Ogah Tunjukkan Ijazah, Kata Pengacaranya Bisa ‘Ciptakan Kekacauan’

  • Bareskrim Polri Nyatakan Ijazah Jokowi Asli, Penyelidikan Laporan TPUA Dihentikan

  • Kasus Ijazah Jokowi ditangani Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Apa Bedanya?

Populer

  • 1
    Bisnis Gelap KBIHU Menggurita
  • 2
    Ansor Rotasi Pengurus, Loyalis Gus Yaqut…
  • 3
    Ketika Algoritma Mulai Mengasuh Anak
  • 4
    Koperasi Tanpa Roh Hatta: Ketika Negara …
  • 5
    Tak Kalah dari Muhammadiyah, Aset Pendid…

Analisis

  • 1
    Tak Kalah dari Muhammadiyah, Aset Pendid…
  • 2
    Sepuluh Menit untuk Undang-Undang, Berta…
  • 3
    Sumatera Gelap 36 Jam: Apakah Kita Hanya…
  • 4
    Mengapa Belanja Jet Tempur Selalu Diperd…
  • 5
    Prabowo Dihajar The Economist: Kritik Sa…

Opini

  • 1
    Ironi MANPK: Menakar Makna Label ‘…
  • 2
    Jalur Kepala Dinas Anak Bupati Malang
  • 3
    Ironi Kemandirian MANPK: Saat Negara Mun…
  • 4
    Damai Itu Sederhana: Keajaiban Halalbiha…
  • 5
    Negara dengan Zirah Pertahanan Spiritual

RSS Kosongsatu.id

  • Jimpitan Menelanjangi Kelemahan Bantuan Pemerintah 17 Juni 2026
  • Danyang Bukan Hantu: Ini yang Sains Temukan di Balik Mitosnya 17 Juni 2026
  • Jepang Desak Israel Setop Serangan ke Hizbullah 17 Juni 2026
  • Tabu Nikah di Bulan Suro: Mitos, Logika, dan Syariat 16 Juni 2026
  • Rumah Balon Batak: Tanpa Paku, Tanpa Insinyur, Tapi Tahan Gempa 16 Juni 2026

RSS Ini Blitar

  • Bukan K-Pop, Ini Irama Indonesia yang Sedang Ditari Dunia 17 Juni 2026
  • Tradisi Larangan Menikah di 1 Suro: Antara Kearifan Lokal, Sejarah, dan Perspektif Islam 16 Juni 2026
  • Joko Nurbatin Pimpin FKDM Kota Blitar 2026–2030, Siap Perkuat Deteksi Dini 15 Juni 2026
  • Doa Haru Ayah Santri Muhammadiyah yang Hanyut di Pantai Pangi: “Allah Lagi Sayang-sayangnya Sama Kami” 12 Juni 2026
  • Liburan Santri Muhammadiyah Markaz Qurani Berujung Duka, Satu Anak Masih Hilang Terseret Ombak Pantai Pangi 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Google News

Jaringan Social

  • Facebook
  • Twitter
  • WhatsApp
  • Instagram
  • RSS
Samudrafakta.com