Sebanyak 254 proposal penelitian dan pengabdian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil didanai pada Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2025. Capaian ini menempatkan ITS pada posisi ketiga penerima pendanaan riset terbanyak.
__________
Sebagai informasi, Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2025 merupakan program pendanaan kompetitif yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program tersebut terbagi menjadi dua skema, yaitu penelitian dan pengabdian. Kedua skema diharapkan dapat membangun ekosistem riset yang lebih baik dan menghadirkan solusi inovatif untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany menyebutkan bahwa program tersebut mendanai sebanyak 245 judul proposal penelitian dan sembilan judul proposal pengabdian masyarakat dari ITS. Total ada 254 proposal dari institut ini.
“Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya total 234 proposal yang mendapatkan pendanaan,” ungkap dosen yang biasa disapa Taufany tersebut, dikutip Selasa, 2 Juni 2025.

Untuk mencapai hasil ini, DRPM ITS menerapkan beberapa langkah yang strategis. Di antaranya adalah pengembangan kapasitas dosen dalam penelitian, termasuk pendampingan penyusunan proposal dan pengajuan proposal pada layanan Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BIMA).
ITS juga akan memberikan penghargaan berupa insentif publikasi kepada dosen yang berhasil menyelesaikan luaran publikasi internasionalnya.
Total 254 proposal yang didanai tersebut mendapatkan dana Rp21,17 miliar dari Kemdiktisaintek. Jumlah pendanaan tersebut meningkat dari tahun lalu, yang hanya Rp19,69 miliar untuk 234 judul.
“Peningkatan tersebut membuktikan komitmen ITS dalam membangun budaya riset yang berdampak nyata bagi masyarakat luas,” tandasnya.





