Israel Serang Qatar, Trump Murka, Dunia Mengecam

Ilustrasi serangan Israel ke Qatar untuk menyasar tokoh Hamas. Foto dibuat SORA
Israel melancarkan serangan udara ke Qatar pada Selasa, 9 September 2025. Serangan itu menargetkan para pemimpin politik Hamas. Aksi tersebut memicu gelombang kecaman internasional dan bahkan membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram.

____________

“Ini bukan situasi yang baik. Kami ingin para sandera kembali, tetapi kami tidak senang dengan bagaimana hal itu terjadi hari ini,” kata Trump saat tiba di sebuah restoran di Washington seperti dilansir laman Arab News, Rabu, 10 September 2025.

Israel membela tindakannya. Namun, Qatar menuding serangan itu sebagai bentuk “terorisme negara.” Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menilai langkah Israel berisiko menggagalkan perundingan damai yang selama ini dimediasi Qatar.

Bacaan Lainnya

Trump mengakui serangan terhadap Hamas adalah tujuan yang layak. Tetapi, ia menilai serangan di Qatar — sekutu utama Washington dan tuan rumah Pangkalan Udara Al-Udeid, fasilitas militer AS terbesar di Timur Tengah — tidak tepat.

“Pengeboman sepihak di Qatar tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika,” tulis Trump di media sosial.

Serangan itu langsung menuai kecaman dari Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Uni Eropa, hingga Vatikan. Paus Leo menyatakan keprihatinan mendalam. “Seluruh situasi ini sangat serius,” ujarnya.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga mengutuk serangan tersebut. Menurutnya, Qatar berperan positif dalam upaya gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera Hamas.

Hamas menyebut lima anggotanya tewas, termasuk putra kepala Hamas di Gaza yang diasingkan sekaligus negosiator utama Khalil Al-Hayya. Namun, pimpinan tertinggi Hamas disebut selamat.

Qatar menegaskan tidak mendapat peringatan lebih dulu, meski Trump mengklaim sudah menginstruksikan utusannya untuk menyampaikan hal itu.

“Qatar berhak untuk menanggapi serangan terang-terangan ini dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan,” tegas Al-Thani. Qatar mengonfirmasi satu pasukan keamanan internal tewas dan beberapa lainnya terluka.

Sumber Israel mengatakan serangan ditujukan ke pemimpin Hamas, termasuk Hayya. Namun, belum ada kepastian apakah target berhasil dilumpuhkan.

Dua pejabat AS menyebut Washington hanya diberi tahu sesaat sebelum serangan, tanpa koordinasi.

Netanyahu menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan Hamas di Yerusalem sehari sebelumnya yang menewaskan enam orang serta tewasnya empat tentara Israel di Gaza.

“Hari-hari di mana para pemimpin teror dapat menikmati kekebalan telah berakhir,” kata Netanyahu.

Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan sejumlah pemimpin Hamas. Namun, agresi itu juga meluas ke Lebanon, Suriah, Iran, dan Yaman. Di Gaza, Israel menyebarkan selebaran agar warga mengungsi, memicu kepanikan di wilayah yang sebelumnya dihuni 2,2 juta orang.

Banyak negara memperingatkan rencana Israel mendemiliterisasi Jalur Gaza bisa berujung bencana kemanusiaan. Dukungan publik di Israel juga disebut mulai goyah, sementara keluarga sandera khawatir operasi militer justru membahayakan tawanan.

Netanyahu bersikeras langkahnya demi melindungi Israel. Namun, Israel kini menghadapi tuduhan genosida.

Kelompok cendekiawan studi genosida terbesar di dunia menuding kampanye militer Israel hampir dua tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 64 ribu orang, menurut otoritas setempat.***

Pos terkait