Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, Palestina. Pernyataan itu disampaikan Trump menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih awal pekan depan.
______
“Israel telah menyetujui syarat-syarat yang diperlukan untuk menyelesaikan gencatan senjata selama 60 hari. Kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri perang,” tulis Trump seperti dilansir Arab News, Rabu, 2 Juli 2025.
Trump juga memperingatkan Hamas agar menerima proposal yang difasilitasi oleh Qatar dan Mesir tersebut. “Saya berharap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini. Jika tidak, situasi hanya akan semakin memburuk,” tambahnya.
Menteri Urusan Strategis Israel, Ron Dermer, berada di Washington dan dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance, Menlu Marco Rubio, serta utusan khusus Steve Witkoff untuk membahas gencatan senjata dan isu regional lain, termasuk Iran.
Sementara itu, tekanan terhadap Israel dan AS kian meningkat dari lebih dari 150 organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menyerukan pembubaran sistem distribusi bantuan di Gaza yang disebut justru menyebabkan kekacauan dan kekerasan terhadap warga sipil.
Kelompok seperti Oxfam, Save the Children, dan Amnesty International menyatakan keprihatinannya menyusul insiden penembakan terhadap warga Palestina yang sedang mencari makanan. Sedikitnya 10 orang tewas dalam insiden itu, kata saksi dan pejabat kesehatan setempat.
Di sisi lain, serangan udara Israel di Khan Younis, Gaza selatan, kembali menewaskan setidaknya 37 orang. Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi jumlah korban, termasuk anak-anak. “Tenda? Tenda yang mereka hantam dengan dua rudal?” ucap Um Seif Abu Leda, seorang ibu yang kehilangan anaknya. Suasana duka menyelimuti pemakaman saat para pelayat melempar bunga ke arah kantong jenazah.
Sebelum pengumuman Trump, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa negaranya siap membalas keras atas serangan roket yang berasal dari Yaman. Militer Israel menyebut dua proyektil diluncurkan dari wilayah Gaza, namun berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Serangan itu disebut sebagai aksi pertama milisi Houthi pro-Iran sejak konflik besar terakhir antara Israel dan Iran usai. Katz memperingatkan bahwa Yaman bisa mengalami nasib serupa dengan Teheran jika serangan berlanjut.
Nasruddin Amer, pejabat media Houthi, menegaskan melalui media sosial bahwa dukungan terhadap Gaza akan terus berlanjut hingga agresi dan blokade dihentikan.
Perdana Menteri Netanyahu dijadwalkan bertolak ke Washington pekan depan. Meski belum merinci agenda, ia menyatakan akan membahas kesepakatan perdagangan.
Iran juga dipastikan menjadi topik utama dalam pembicaraan bilateral, menyusul langkah Trump yang disebut-sebut menengahi gencatan senjata antara Israel dan Iran.***





