Di tengah kemajuan infrastruktur kota besar seperti Surabaya, sejumlah daerah lain di Jawa Timur masih tertatih dengan jalan rusak. Data terbaru BPS mengungkap ironi: jalan mantap bukan hak semua wilayah.
__________
Kota Surabaya mencatatkan diri sebagai daerah dengan kualitas jalan terbaik se-Jawa Timur pada tahun 2024. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, sebanyak 99,56 persen jalan kota di Surabaya berada dalam kondisi mantap, sementara hanya 0,44 persen yang tercatat tidak mantap.
Capaian ini menempatkan Surabaya di puncak klasemen jalan mulus, disusul Kota Madiun (mantap 98,19 persen), Kota Probolinggo (97,53 persen), Kabupaten Sidoarjo (95,87 persen), dan Kota Malang (95,18 persen). Kelimanya berhasil mempertahankan kualitas jalan di atas ambang 90 persen.
Namun, kemajuan di Jatim ini tidak merata. Kabupaten Sampang menampilkan wajah lain dari pembangunan jalan di Jawa Timur. Di wilayah itu, hampir 60 persen jalan masuk kategori tidak mantap. Tepatnya, 58,54 persen jalan kabupaten di Sampang rusak atau rusak berat, dan hanya 41,46 persen yang dianggap layak.
Kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Lamongan, dengan 44,86 persen jalan tidak mantap. Sedangkan Kabupaten Pacitan dan Pamekasan juga mencatat angka serupa dengan lebih dari 40 persen jalan dalam kondisi buruk.
“Rata-rata kondisi jalan mantap di kabupaten/kota Jawa Timur tahun 2024 hanya 78,69 persen, turun 3,86 persen dari tahun 2023,” ungkap Kepala BPS Jatim, Zulkipli, dikutip Rabu, 2 Juli 2025.
Zulkipli menjelaskan bahwa, dari total panjang jalan kabupaten/kota sepanjang 40.056 kilometer, sebagian besar adalah jalan kabupaten, yakni 35.605 kilometer. Dari sini terlihat bahwa jalan kota rata-rata lebih baik daripada jalan kabupaten—masing-masing berada pada angka 79,59 persen untuk kota, dan 76,57 persen untuk kabupaten.
“Jalan kota lebih mudah diawasi dan dirawat karena panjangnya relatif pendek,” ujarnya.
Zulkipli juga menyoroti jenis permukaan jalan. Tahun 2024, 80,25 persen jalan sudah berlapis aspal, meskipun turun dibandingkan 2023 yang mencapai 83,58 persen. Sebaliknya, jalan berpermukaan beton mengalami peningkatan 4,71 persen, mengindikasikan upaya serius dalam betonisasi jalan-jalan non-aspal.





