Jatim Catat Peserta dan Titik Lokasi Olimpiade Madrasah Terbanyak se Indonesia

Olimpiade Madrasah
Pelaksanaan Olimpiade Madrasah tingkat provinsi Jatim. (Humas Kemenag Jatim)

Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat kabupaten dan kota resmi bergulir. Jawa Timur menjadi provinsi dengan partisipasi peserta terbanyak secara nasional.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Sugiyo mengumumkan capaian partisipasi Olimpiade Madrasah Indonesia. Jawa Timur resmi menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak secara nasional.

Mengenai pelaksanaan kompetisi tersebut, sebanyak 41.488 peserta dari seluruh jenjang pendidikan berpartisipasi serentak. Mereka bertanding melalui 647 titik lokasi ujian yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

Tingginya jumlah peserta ini dinilai sebagai bukti kerja keras dan kolaborasi seluruh pengawas daerah. “Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta,” kata Sugiyo di Jawa Timur pada Selasa, 8 September 2026.

Bacaan Lainnya

Integritas dan Pengawasan Daring

Terkait pengawasan ujian, Kemenag mewajibkan seluruh panitia menjaga integritas. Pengawas diminta mengawal kompetisi secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Para operator teknis juga dituntut memastikan stabilitas jaringan daring dan perangkat ujian sejak satu hari sebelum jadwal. Apabila terdapat gangguan masuk sistem atau koneksi terputus, panitia wajib melapor ke pusat bantuan.

Sugiyo berharap kompetisi berjalan transparan sekaligus menjunjung tinggi sportivitas. “Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” katanya.

Ujian Berbasis Komputer Tiga Hari

Sebagai informasi, seleksi ini merupakan transformasi dari Kompetisi Sains Madrasah dan ajang peneliti muda. Kompetisi tingkat daerah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari menggunakan sistem tes berbasis komputer.

Hari pertama diperuntukkan bagi peserta Madrasah Aliyah, disusul Madrasah Tsanawiyah, dan diakhiri jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Para pemenang tingkat daerah nantinya akan mewakili wilayah mereka untuk bersaing di tingkat provinsi.

Menanggapi evaluasi hari pertama, Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Arini Nihayati memantau langsung proses ujian. Ia memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan jaringan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta,” kata Arini Nihayati. “Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.”***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan