Israel Serang Ibu Kota Lebanon Setelah Hizbullah Meluncurkan Drone

Wartawan Reuters melaporkan adanya lokasi benturan di dekat halte bus di jalan utama di luar Nahariya. Militer Israel mengeluarkan pernyataan bahwa sirene berbunyi di sekitar Acre merupakan alarm palsu. Mereka juga mengonfirmasi bahwa angkatan udara mereka telah menyerang dua fasilitas Hizbullah di Lebanon selatan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat, dengan kekhawatiran akan terjadinya perang besar-besaran setelah Hizbullah bersumpah untuk membalas kematian Shukr. Iran juga berjanji akan membalas pembunuhan kepala kelompok militan Palestina Hamas di Teheran minggu lalu.

Seorang sumber dari Hizbullah mengungkapkan kepada Reuters bahwa “respon terhadap pembunuhan komandan Fuad Shukr belum datang.” Sebelumnya pada hari yang sama, empat pejuang Hizbullah tewas dalam serangan di sebuah rumah di kota Mayfadoun, Lebanon, yang terletak sekitar 30 km di utara perbatasan, menurut petugas medis dan sumber keamanan setempat.

Bacaan Lainnya
Menlu Turki Sebut Tidak Akan Ada Perdamaian di Timur Tengah

Kantor berita Turki, Anadolu melaporkan, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, memperingatkan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercapai hingga sebuah negara Palestina didirikan. “Orang-orang Palestina dihalangi untuk benar-benar memiliki sebuah negara… (Tapi) sampai negara Palestina didirikan, tidak ada seorang pun di wilayah itu yang akan mendapatkan perdamaian,” kata Fidan dalam wawancara dengan sebuah majalah yang terbit Minggu ini.

Fidan menegaskan bahwa tragedi di Gaza tidak hanya dimulai pada 7 Oktober lalu, ketika Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Menurutnya, tanggal tersebut lebih merupakan manifestasi dari masalah yang sudah lama diabaikan, yaitu pendudukan wilayah Palestina yang berlangsung selama bertahun-tahun. “Israel tidak menghentikan kebiasaannya untuk merampas tanah Palestina,” kata Fidan.

Israel telah menghancurkan Gaza dengan dalih untuk menjamin keamanannya, kata Fidan, membunuh semua orang tanpa memandang usia atau jenis kelamin, termasuk anak-anak, orang tua, dan perempuan. Ia menyoroti bahwa semua nilai kemanusiaan yang mendasar telah diinjak-injak di Gaza dan bahkan pengiriman bantuan kemanusiaan pun diblokir.

Pos terkait