PARIS — Yaroslava Mahuchikh, atlet lompat tinggi asal Ukraina, mencuri perhatian dunia. Tidak hanya karena prestasinya meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di Stade de France, Minggu (4/8/2024) tetapi juga karena kebiasaannya yang unik: tidur di kantong tidur di sela-sela lompatan tingginya.

Saat Mahuchikh berbaring di bawah alas tidur berwarna hijau, tampak seperti sedang beristirahat atau tidur siang, banyak penonton bertanya-tanya apa yang sebenarnya ia lakukan. “Saya merasa nyaman saat berbaring dan terkadang saya bisa melihat awan,” ujar Mahuchikh kepada TIME. Dengan metode ini, Mahuchikh bisa merelaksasikan diri, menghitung angka, atau fokus pada pernapasan, membuatnya merasa tenang dan tidak terbebani suasana stadion.
Metode tidur ini mengantarkan medali emas Olimpiade Paris 2024. Mahuchikh melompat palang setinggi 2 m (6,56 kaki) tanpa menjatuhkannya. Setelah kompetisi, Mahuchikh, yang juga pemegang rekor dunia, mengungkapkan betapa berartinya medali emas ini baginya. “Saya memimpikan momen ini sejak awal karir saya, dan itu sangat memotivasi saya,” kata Mahuchikh, menambahkan bahwa ia bersyukur bisa melompati 2,00 meter pada upaya pertama dan mendedikasikan medali tersebut untuk negaranya.
Rutinitas ini dimulai sejak 2018, saat Mahuchikh memenangkan lompat tinggi di Olimpiade Remaja. Pelatihnya, Serhii Stepanov, menyadari bahwa duduk terlalu lama di antara lompatan membuat darah menggenang di kakinya. Oleh karena itu, ia membawa kantong tidur sebagai solusi, lengkap dengan matras yoga dan kaus kaki untuk kenyamanan maksimal.
Mahuchikh selalu mengganti kantong tidurnya setiap musim. “Kami memiliki paku,” katanya, mengacu pada sepatu paku yang ia gunakan. “Tetapi saya menyarankan semua gadis untuk memiliki tikar dan selimut ini karena sangat nyaman untuk berbaring di cuaca yang berbeda.” Menurutnya, kantong tidur ini tidak hanya nyaman saat hujan tetapi juga tidak terlalu panas, menjadikannya perlengkapan ideal untuk kompetisi.
Keunikan Mahuchikh ini menjadi viral di media sosial. “Terobsesi dengan bagaimana Yaroslava Mahuchikh naik ke dalam kantong tidur,” tulis seorang pengguna di X (sebelumnya Twitter). Foto-fotonya yang terlihat tertidur menjadi ikon baru di dunia olahraga.
Namun, di balik semua keunikan ini, kemenangan Mahuchikh memiliki makna mendalam bagi Ukraina yang masih dilanda konflik dengan Rusia. “Dia adalah lambang, simbol perlawanan,” kata Olena Kalabanea, seorang warga Ukraina yang tinggal di Paris. Bagi Mahuchikh, medali emas ini adalah penghormatan bagi hampir 500 olahragawan Ukraina yang tewas dalam perang. “Saya senang dengan medali emas ini. Ini benar-benar untuk mereka semua,” tutupnya.
Dengan cara yang tidak biasa, Mahuchikh berhasil menarik perhatian dunia, tidak hanya karena kemampuannya dalam olahraga lompat tinggi, tetapi juga karena cara uniknya dalam menghadapi tekanan kompetisi. Sebuah ikon baru lahir di dunia olahraga, “Putri Tidur” Yaroslava Mahuchikh.*

