JAKARTA—Pada bulan Agustus 2023, atau setahun lalu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf pernah menyatakan jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan representasi NU. Namun, belakangan ini Yahya, yang didukung penuh oleh Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berupaya ‘menarik kembali’ PKB ke PBNU.
“Enggak ada, enggak ada (PKB sebagai representasi NU). NU ini, sudah keputusan Muktamar untuk mengambil jarak dari politik praktis,” kata Yahya, di sela acara ASEAN IIDC di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 7 Agustus 2023 lalu.
Yahya kala itu juga mengatakan, walau PKB lahir dari para tokoh NU, tetapi, “Posisi PBNU kala (pendirian PKB) itu sekadar sebagai fasilitator.”
Maka dari itu, Yahya waktu itu menambahkan, PBNU sudah tidak ikut campur lagi setelah PKB terbentuk.
“Sudah habis itu (kepentingan PBNU dengan PKB). Sekarang semuanya tergantung pada upaya dari setiap aktor,” katanya.
“Dan partai politik ini (PKB) untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Termasuk di antaranya warga NU,” ujar dia.
Setahun berselang dari penyataan bahwa tidak ada hubungan antara PBNU dan PKB itu, Yahya menyatakan bahwa PBNU bakal membentuk panitia khusus (Pansus) untuk ‘mengembalikan’ PKB ke PBNU. Yahya menyampaikan pernyataan tersebut usai melantik pengurus PWNU Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (3/8/2024),
Pada momen tersebut, Yahya menganalogikan PKB sebagai “mobil rusak”. Kata dia, PKB ibarat mobil produk mobil yang harus ditarik dari peredaran untuk diperbaiki, karena mengalami kesalahan sistem.
Yahya mengumpamakan PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai mobil yang mengalami kesalahan sistem alias rusak. Sementara PBNU, menurut analogi Yahya, adalah pabrikan yang memproduksi mobil bernama PKB.
“Kemarin ada Toyota memproduksi mobil, sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem di mobil itu. Akhirnya ditarik kembali mobilnya untuk diperbaiki sistemnya,” katanya.
PBNU di bawah kepemimpinan Yahya pun membentuk panitia khusus atau pansus untuk ‘memperbaiki’ PKB. Untuk itu, PBNU memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan, yang menurut PBNU sebagai upaya untuk mencari informasi guna keperluan pansus.
Salah satu pihak yang sudah dipanggil oleh PBNU untuk dimintai keterangan adalah mantan Sekjen PKB Lukman Edy pada Rabu, 31 Juli 2024. Menurut rencana, PBNU juga akan memanggil beberapa pihak lain untuk dimintai keterangan.
Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan tidak mau memenuhi undangan PBNU terkait keperluan Pansus yang dibentuk organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan tersebut.
Wahid mempertanyakan undangan tersebut. Sebab, kata dia, Yahya Cholil Staquf dan Saifullah Yusuf telah terang-terangan mengadu domba warga NU dengan PKB, serta meremehkan Pansus Haji DPR RI.
“Lalu tiba-tiba bikin tim mengundang saya. Kayak dagelan aja. Untuk apa? Mana mungkin saya memenuhi undangan mereka? Secara organisasi kita tidak ada urusan sama Gus Yahya dan Saiful. Kita entitas berbeda,” tegas Wahid.*





