DUBAI — Bandara Internasional Dubai (DXB) mencatat rekor 44,9 juta pelancong melewati terminalnya pada paruh pertama tahun ini. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, dan menempatkannya kembali di jalur untuk mengalahkan rekor sepanjang masa seiring pesatnya perkembangan penerbangan pasca-pandemi COVID-19.
Laporan yang dirilis pada Rabu (7/8/2024) juga mengungkapkan laba tahunan yang memecahkan rekor untuk maskapai penerbangan jarak jauh Emirates, yang menjadikan DXB sebagai basis utama operasionalnya. Selain itu, Dubai juga berencana memindahkan operasinya ke Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai World Central, sebuah lapangan terbang yang direncanakan bernilai hampir $35 miliar dalam dekade mendatang.
Kebangkitan sektor real estat dan tingginya jumlah kunjungan wisata telah mengubah Dubai dari sekadar tempat singgah menjadi tujuan utama wisatawan. “Kinerja yang memecahkan rekor pada paruh pertama tahun ini menyoroti pentingnya strategis kami sebagai pusat penerbangan global,” ujar CEO Dubai Airports, Paul Griffiths dilansir Arab News. “Dubai berada di garis depan kota-kota global dalam hal menarik talenta, bisnis, dan wisatawan dari seluruh dunia — dan kami bangga menjadi pintu gerbang ke kota ini.”
Pada tahun 2018, DXB mencatat 89,1 juta penumpang, menjadikannya tahun tersibuk sebelum pandemi. Tahun lalu, bandara ini melayani 66 juta penumpang dan pada tahun 2023, angka tersebut melonjak menjadi 86,9 juta. Griffiths menambahkan, “Kami memiliki prospek yang sangat optimis untuk sisa tahun ini, dan kami berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor dengan perkiraan 91,8 juta tamu tahunan pada tahun 2024.”
DXB telah lama menjadi barometer bagi industri penerbangan global dan indikator kesehatan ekonomi Dubai secara lebih luas. Emirat dan maskapainya pulih dengan cepat dari pandemi dengan mendorong sektor pariwisata, bahkan ketika beberapa negara lain masih lambat dalam pemulihan mereka. Hal ini terlihat dari bandara yang sempat ditutup sementara selama pandemi, kini kembali penuh sesak dengan lalu lintas penerbangan.


