BEIRUT — Pemerintah Inggris melakukan evakuasi besar-besaran warga sipil dari Lebanon. Mereka menyiagakan 1.000 tentara untuk mengevakuasi 16.000 warga sipil, seiring serangan Israel di Lebanon Selatan. Serangan drone Israel menewaskan kepala unit roket anti-tank Hizbullah yang didukung Iran dan melukai tujuh orang lainnya pada Rabu (7/8/2024) malam.
Menurut Arab News, Pemerintah Inggris menyiagakan lebih dari 1.000 tentara untuk mengevakuasi hampir 16.000 warga Inggris yang berada di Lebanon. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya perang habis-habisan.
Menteri Luar Negeri David Lammy mengatakan kepada House of Commons minggu lalu bahwa ada sekitar 16.000 warga negara Inggris di Lebanon. Ratusan tentara telah disiagakan di Inggris dan siap dikirim ke wilayah tersebut jika diperlukan.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris pada Sabtu (3/8/2024) menyebutkan bahwa personel militer sedang dalam proses pengerahan untuk memberikan dukungan operasional kepada kedutaan-kedutaan besar Inggris di wilayah tersebut, meskipun jumlah pasukan yang terlibat tidak disebutkan.
Sky News melaporkan bahwa ratusan tentara, pasukan komando Marinir Kerajaan, pelaut, dan penerbang telah dipindahkan untuk mendukung pangkalan utama Angkatan Udara Kerajaan di Siprus, yang akan bertindak sebagai pusat dalam misi evakuasi.
Jet tempur Typhoon RAF yang sudah ditempatkan di sana telah terlibat dalam misi melawan pesawat tak berawak dan serangan rudal Iran terhadap Israel pada April lalu. Sebuah kapal perusak Angkatan Laut, HMS Duncan, dan sebuah kapal pendarat, RFA Cardigan Bay, sudah berada di Mediterania Timur. Helikopter RAF juga telah disiagakan.





