Konser Andrea Bocelli: Menbud Sebut Manfaat, MUI Minta Kejelasan

Andrea Bocelli akan tampil di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada Oktober 2026 dalam rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Kementerian Kebudayaan menilai konser itu dapat menjadi ruang promosi budaya Indonesia sekaligus memperluas eksposur internasional. MUI minta kejelasan sikap pemerintah. (Istimewa) 

Rencana konser Andrea Bocelli memicu polemik di masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti manfaat pariwisata budaya, sementara MUI mendesak pemerintah bersikap tegas.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menanggapi polemik rencana penyelenggaraan konser maestro musik klasik Andrea Bocelli di Indonesia. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari informasi di media sosial terkait sikap politik penyanyi tenor asal Italia tersebut.

Fadli menilai kehadiran Andrea Bocelli berpotensi menjadi kesempatan positif bagi promosi pariwisata budaya Indonesia. “Kalau konser itu digelar di Borobudur, tentu bisa memberikan manfaat bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya usai acara di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Posisi Indonesia dan Klarifikasi Zionisme

Ihwal dukungan politik, Fadli menegaskan bahwa Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan maupun zionisme. Menurutnya, sikap ini sejalan dengan kebijakan politik luar negeri yang terus disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan informasi yang diterima menyatakan pihak yayasan Andrea Bocelli justru memberikan dukungan terhadap anak-anak dan korban perang. “Kalau memang terbukti ada dukungan terhadap zionisme, tentu kita akan menolak,” katanya menepis isu yang beredar luas.

Kekhawatiran Timbulkan Ketegangan

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkhawatirkan polemik rencana konser ini dapat memicu ketegangan sosial bila dibiarkan menggantung. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim meminta pemerintah segera menyampaikan sikap resmi.

Menurut Sudarnoto, kepastian dari pemerintah dinilai krusial guna meredam ketidakpuasan masyarakat. “Kalau ini dibiarkan, maka saya khawatir nanti ada ketegangan di tengah masyarakat,” ujar Sudarnoto dalam konferensi pers MUI di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dorongan Verifikasi Informasi

Selain itu, MUI sempat menyampaikan penolakan yang dilatarbelakangi oleh kabar keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana militer Israel pada tahun 2010. Sudarnoto menegaskan keberatan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan etika, moralitas, serta krisis kemanusiaan Palestina, bukan isu agama.

Merespons kesimpangsiuran kabar, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyarankan semua pihak untuk melakukan pengecekan fakta sebelum pemerintah mengambil kesimpulan akhir. “Tidak ada salahnya kita terus ber-tabayyun supaya lebih mendalam. Supaya lebih akurat,” ucap Buya Amirsyah. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan