Al Azhar Desak Mediasi untuk Konflik Saudi dan Houthi

Imam Besar Al Azhar Dr. Ahmed Al Tayeb. (FB Ahlussunah Waljmaah Global) 

Imam Besar Al Azhar mendesak pembentukan komite mediasi guna menghentikan eskalasi konflik antara Arab Saudi dan Houthi di Timur Tengah.

Dr. Ahmed Al Tayeb selaku Imam Besar Al Azhar menyerukan pembentukan komite mediasi. Tujuannya menghentikan konflik bersenjata di kawasan Arab.

Inisiatif ini merespons eskalasi ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi. Seruan ini diharapkan mampu meredakan krisis di Timur Tengah.

Pernyataan resmi Al Azhar tersebut dirilis pada Minggu (18/10/2026). Laporan situs berita The National News pada Senin (19/10/2026) menyebut ini babak baru krisis.

Bacaan Lainnya

“Kami mendesak semua pihak menjunjung tinggi semangat persaudaraan serta ikatan agama, darah, dan bahasa,” kata Ahmed Al Tayeb.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan kebijaksanaan, akal sehat, dan jalur dialog antarnegara untuk menyelesaikan konflik ini.

Hentikan Kehancuran dan Sabotase

Ahmed Al Tayeb menyoroti urgensi mengakhiri kekerasan di kawasan. Ia mendesak penghentian segala bentuk perang dan aksi sabotase.

Konflik berkepanjangan dinilai sangat merugikan kedudukan masyarakat sipil. Rentetan kekerasan ini menghancurkan tatanan kehidupan komunal.

“Pertempuran ini menguras sumber daya masyarakat serta merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” ujar Ahmed Al Tayeb menegaskan.

Ia memperingatkan dampak fatal perpecahan internal di kawasan. Konflik berlarut akan mengancam kedaulatan dunia Arab dan Islam pada masa depan.

Langkah Diplomasi Simbolis

Inisiatif pembentukan komite ini merupakan manuver diplomasi yang jarang diambil Al Azhar. Seruan lembaga ini dipandang bermakna simbolis.

Menurut proposal Al Azhar, komite mediasi kelak harus menghimpun berbagai tokoh bijak. Mereka bertugas menjembatani penyelesaian sengketa.

Tugas utama komite adalah melindungi nyawa warga sipil dan mengamankan sumber daya. Institusi keagamaan di Mesir itu menjanjikan dukungan penuh.

Al Azhar optimistis stabilitas Timur Tengah masih dapat diselamatkan. “Pihak-pihak yang terlibat bisa mengatasi perbedaan,” kata Ahmed Al Tayeb.

Ia berharap pihak yang bertikai bersedia membuka lembaran baru demi terciptanya perdamaian di kawasan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan