Israel Serang Lebanon Selatan, Inggris Siagakan 1.000 Tentara untuk Evakuasi 16.000 Warga di Beirut

Pemerintah Inggris bersiap mengevakuasi sedikitnya 16.000 warganya yang berada di Lebanon, Rabu (7/8/2024). Foto: Ilustrasi Canva

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan dalam sebuah pidato bahwa respons balasan terhadap pembunuhan Fuad Shukr, tidak dapat dihindari. Israel juga mengantisipasi respons Hizbullah dan Iran terhadap pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran beberapa jam setelah kematian Shukr di pinggiran selatan Beirut. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa tentara Israel terus mengembangkan kemampuan pertahanan dan serangannya.

Selebaran-selebaran dijatuhkan di daerah-daerah yang didominasi oleh suku Druze, terutama di daerah Choueifat, Rabu (7/8/2024). Selebaran tersebut berisi gambar anak-anak yang menjadi korban serangan Majdal Shams di Golan yang diduduki Israel, yang menewaskan 12 orang.

Gambar-gambar tersebut bertuliskan kata-kata: “Kami akan membalaskan dendam mereka, Hizbullah.” Israel menuduh Hizbullah menembaki lapangan sepak bola di Majdal Shams, namun Hizbullah dengan tegas membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut, sementara pemimpin Druze Lebanon, Walid Jumblatt, menyatakan dukungannya terhadap kelompok yang didukung oleh Iran tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketegangan meningkat di seluruh Timur Tengah sejak serangan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober. Permusuhan antara Israel dan negara-negara tetangganya meningkat setelah kematian kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pekan lalu, dalam serangan di mana Iran menyalahkan Israel. Pembunuhan Haniyeh terjadi beberapa jam setelah Israel membunuh komandan senior Hizbullah yang didukung Iran, Fuad Shukr, di Beirut. Iran dan Hizbullah telah bersumpah akan melakukan pembalasan yang “keras” terhadap Israel.*

Pos terkait