Covid-19 Kini Tak Lagi Berbahaya, Kok Bisa?

Ilustrasi protokol kesehatan. Foto:Istimewa
Covid-19 masih ada di mana-mana, tetapi tak lagi berbahaya. Pasien yang terinfeksi pun tak lagi menunjukkan gejala seperti beberapa tahun lalu. Yang rawat inap terus menurun. Kenapa bisa begitu?

Tahun lalu, para virolog mendapati varian baru Covid-19 yang mereka namai XEC. Ketika pertama muncul, para virolog itu menyebut tanda-tanda awalnya cukup mengkhawatirkan.

Varian XEC, generasi terbaru Omicron SARS-CoV-2, muncul melalui rekombinasi, yaitu proses di mana dua varian lainnya menggabungkan materi genetik mereka.

Pengujian medis menunjukkan jika rekombinasi ini memungkinkan XEC untuk menghindari perlindungan kekebalan yang ditawarkan oleh infeksi sebelumnya maupun vaksin terbaru. Artinya, varian ini diprediksi bisa menjebol benteng imun manusia.

Bacaan Lainnya

Karena prediksi tersebut, spesialis penyakit menular di Amerika Serikat (AS) bahkan sudah siap-sia menghadapi lonjakan rawat inap setelah libur panjang Thanksgiving. Namun, faktanya, kekhawatiran itu tidak terjadi.

Padahal, hasil pengujian pengawasan menunjukkan bahwa XEC benar-benar menginfeksi orang. Namun, jumlah orang yang akhirnya dirawat di rumah sakit jauh lebih sedikit dibandingkan musim dingin sebelumnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), tingkat rawat inap pada awal Desember 2023 adalah 6,1 per 100.000 orang. Sepanjang pekan yang sama di Desember 2024, angka tersebut turun menjadi dua per 100.000 orang.

Mengutip dari BBC News, Peter Chin-Hong, profesor di Divisi Kesehatan Penyakit Menular Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat (AS), menjelaskan, beberapa indikasi menunjukkan jika Covid pada 2025 adalah penyakit yang lebih ringan.

Gejala umum seperti kehilangan indra perasa dan penciuman kini semakin jarang terjadi. Beberapa orang memang dirawat di rumah sakit dan meninggal, tetapi Chin-Hong mengatakan bahwa mayoritas orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala serius sebagaimana yang jamak terjadi di masa pandemi.

Tingkat vaksinasi di seluruh dunia pun menurun tajam. Pada akhir Desember, data CDC menunjukkan bahwa hanya 21,5 persen orang dewasa dan 10,6 persen anak-anak di AS yang menerima vaksin Covid 2024-2025. Faktor risiko utama untuk Covid yang parah saat ini adalah jika yang terinfeksi berusia lebih dari 75 tahun.

Menurut Chin-Hong, ada dua kemungkinan kenapa Covid-19 sekarang menjadi biasa saja. Pertama, karena sebagian besar orang telah divaksin dan terinfeksi berkali-kali, sehingga tubuh mereka telah mengembangkan memori imun yang kuat terhadap virus sekarang.

Artinya, kata dia, infeksi baru dapat dengan cepat ditangkal sebelum menembus ke dalam tubuh.

Kemungkinan kedua adalah Covid kini telah menetap dalam jalur yang akan membuatnya semakin ringan, hingga akhirnya menjadi seperti pilek biasa.***

Pos terkait