Tak hanya staf level bawah, gelombang PHK juga menyapu manajer produk, manajer program teknis, hingga jajaran yang mengelola langsung proyek AI.
Microsoft menyatakan PHK ini bertujuan merampingkan lapisan manajerial. Namun data menunjukkan hanya 17 persen dari PHK di Washington berasal dari kalangan manajer.
Banyak yang menilai langkah ini lebih didorong oleh efisiensi biaya di tengah investasi besar-besaran Microsoft dalam AI dan data center.
Di tengah gegap gempita teknologi mutakhir, kisah ini menyadarkan banyak orang akan satu hal penting, bahwa kemajuan tak selalu membawa kebaikan bagi semua. Terkadang, yang harus dikorbankan adalah mereka yang justru menjadi penciptanya. Ini menimbulkan pertanyaan menyakitkan: Apakah mereka tanpa sadar melatih pengganti mereka sendiri? ***





