Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim angka ketepatan rudal Iran dalam menghantam target meningkat dua kali lipat dalam 48 jam terakhir.
Mayor Jenderal Sayid Majid Mousavi dalam pesannya, Sabtu (14/3/2026), melaporkan peningkatan signifikan akurasi rudal Iran. “Dalam 48 jam lalu, angka ketepatan rudal Iran menghantam target para kriminal Amerika dan Zionis meningkat dua kali lipat,” kata dia dalam laporan, yang dikutip ParsToday.
Ia menambahkan bahwa langit membuka pelukannya kepada rudal-rudal besar Iran dan penghukuman terhadap para agresor terus berlanjut.
Mayjen Mousavi mengumumkan bahwa di malam Qadr (Lailatul Qadr) dan berkat doa rakyat Iran, 30 rudal balistik dengan berat 1 dan 2 ton telah ditembakkan ke berbagai target di Wilayah Pendudukan.
“Operasi ini telah merusak dan menghancurkan sistem penting basis pemantauan ruang angkasa rezim Zionis. Operasi ini menjadi serangan paling berat yang dilakukan terhadap rezim Zionis,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa saat ini Iran menguasai sebagian langit rezim Zionis.
Tiga Pangkalan Kunci AS Dihantam
Dalam gelombang ke-49 Operasi Janji Sejati-4 dengan sandi “Ya Rasulullah”, IRGC melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan Asia Barat. Pasukan Angkatan Laut IRGC melakukan tiga kali serangan pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Alireza Tangsiri, mengonfirmasi serangan tersebut melalui media sosial X. “Para prajurit AL IRGC menyerang beberapa target pasti dan kunci di pangkalan militer Amerika al-Zafra, Sheikh Isa, dan al-Udairi berhasil diserang dalam beberapa gelombang,” tulisnya.
Dalam pesannya disebutkan bahwa radar patriot, ruang kontrol, hanggar pesawat, benteng utama, dan depot bahan bakar angkatan udara Amerika menjadi target dan terbakar.
Detail Serangan di Tiap Pangkalan
Di pangkalan al‑Zafra, satuan rudal dan drone Iran menempatkan radar Patriot, menara kontrol, serta bunker pertahanan udara di bawah serangan keras drone bunuh diri dan rudal balistik presisi.
Pangkalan Sheikh Isa ditembak dengan beragam rudal dan drone, sementara radar peringatan dini pangkalan, hanggar pesawat, benteng utama, dan depot bahan bakar angkatan udara Amerika hancur dan terbakar.
Pangkalan helikopter al-Udairi juga mendapat serangan rudal dan drone. Di pangkalan ini terdapat penampungan peralatan tempat konsentrasi para teroris dan penyimpanan helikopter yang turut hancur.
Selat Hormuz Dikuasai Penuh
Laksamana Tangsiri menegaskan bahwa Selat Hormuz dikuasai penuh secara cerdas dan berada di bawah kontrol Angkatan Laut IRGC. Pelayaran kapal tanker atau kapal dagang agresor dan sekutunya dilarang melewati Selat Hormuz.
“Bila kapal-kapal ini berlayar atau berpindah tempat akan mendapat serangan,” tegasnya.***





