Bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung di Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir, menewaskan dua orang dan membuat dua lainnya kritis. Perselisihan bermula dari saling sindir di TikTok.
Kasi Humas Polres OKI Iptu Hendi Yusrian mengatakan, “Pemicunya saling sindir di media sosial gara-gara suatu postingan. Warga dari dua desa sudah bersepakat untuk bertemu.”
Kejadian berlangsung pada Kamis (15/10) malam di kawasan Pasar Tanjung Lubuk.
Dari Media Sosial ke Pertemuan
Perselisihan mulai mencuat pada Selasa (13/10) ketika seorang warga berinisial N mengunggah konten yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Interaksi di kolom komentar berlanjut ke pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu sekitar pukul 21.00 WIB.
Kelompok dari Desa Bumi Agung bergerak menggunakan sepeda motor, sementara dari Desa Jambu Ilir menggunakan tiga unit mobil. Dalam perjalanan, mobil dari Desa Jambu Ilir menabrak rombongan sepeda motor, memicu perselisihan dan bentrokan.
Korban dan Penanganan
Dua korban meninggal berinisial W (50) dan F (18). Dua lainnya, DP (30) dan M (18), dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Polisi datang ke lokasi dan membubarkan kedua kelompok. Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni MDA (28) dan N (53).
“Kami sesalkan kejadian yang berujung jatuhnya korban jiwa, apalagi berawal dari media sosial. Kami minta semua pihak untuk tetap tenang, serahkan kasus ini ke polisi,” kata Hendi. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dan mengumpulkan keterangan saksi.***





