Profil Tandyo Budi Revita, KSAD Baru Pengganti Maruli Simanjuntak

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) dilantik sebagai KSAD. Sedangkan Jenderal Maruli Simajuntak menjabat Wakil Panglima TNI. --Youtube Setpres

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Kamis (15/10/2026), di Istana Negara, Jakarta. Tandyo bertukar posisi dengan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang kini menjabat Wakil Panglima TNI.

Pelantikan tersebut menandai pertukaran jabatan dua perwira tinggi TNI. Sebelum menjadi KSAD, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025. Sementara itu, Maruli sebelumnya memimpin TNI AD.

Tandyo bukan sosok baru di jajaran pimpinan militer Indonesia. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini memiliki pengalaman panjang di satuan tempur, komando kewilayahan, Kementerian Pertahanan, serta sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI.

Jenderal Tandyo Budi Revita.–SMPN2 Surakarta

Profil Tandyo Budi Revita

Tandyo Budi Revita, dikutip dari laman Indonesia Defense, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia merupakan perwira tinggi TNI AD dari kecabangan infanteri yang memiliki pengalaman penugasan di lingkungan Kostrad.

Bacaan Lainnya

Tandyo menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1991. Ia kemudian mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan, antara lain pendidikan kecabangan infanteri, pendidikan lintas udara, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), serta Lemhannas RI.

Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bekal dalam perjalanan kariernya, mulai dari satuan tempur hingga jabatan pimpinan di tingkat pusat.

Perjalanan Karier Tandyo Budi Revita

Karier Tandyo dimulai dari satuan infanteri. Pada 1995, ia pernah menjabat Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 330/Tri Dharma.

Pada 2006–2007, Tandyo dipercaya menjadi Komandan Pendidikan Bela Negara Rindam II/Sriwijaya. Ia kemudian menjabat Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma pada 2011 dan Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I pada 2011–2012.

Kariernya berlanjut ke jabatan staf dan komando kewilayahan. Pada 2014, ia menjabat Asisten Operasi Kasdam VII/Wirabuana. Setahun kemudian, Tandyo menjadi Komandan Rindam IX/Udayana sekaligus dipercaya memimpin Resimen Taruna Akmil.

Pada 2016, ia ditunjuk menjadi Komandan Korem 142/Taroada Tarogau. Selanjutnya, Tandyo bertugas sebagai Paban III/Sopsad pada 2017–2018 dan Paban III/Latgab Sops TNI pada 2018.

Tandyo Budi Revita Pernah Menjabat di Kementerian Pertahanan

Tandyo juga memiliki pengalaman di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pada 2018–2019, ia menjabat Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Pertahanan Kemhan.

Ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan pada 2019–2021.

Pada 2021, Tandyo menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan. Ia mengemban posisi tersebut hingga 2023, menggantikan Laksda TNI Umar Arief.

Pengalaman di Kemhan memperluas rekam jejak Tandyo, tidak hanya dalam operasi dan komando militer, tetapi juga dalam bidang pendidikan, pelatihan, serta pengembangan pertahanan.

Dari Pangdam Diponegoro hingga Wakil Panglima TNI

Setelah bertugas di Kemhan, Tandyo kembali mengemban jabatan strategis di lingkungan TNI AD. Ia menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro pada 2023–2024.

Pada 2024, Tandyo diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Jabatan tersebut diembannya hingga 2025 sebelum Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Panglima TNI pada 10 Agustus 2025.

Jabatan Wakil Panglima TNI menjadi salah satu posisi penting dalam perjalanan kariernya. Kurang lebih setahun setelah menduduki posisi tersebut, Tandyo kini dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat sebagai KSAD.

Tandyo Budi Revita, Alumni SMP Negeri 2 Surakarta

Tandyo juga tercatat sebagai alumni SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1984. Melalui situs sekolah, pihak sekolah menyampaikan kebanggaan atas capaian alumninya yang meniti karier hingga jajaran pimpinan tertinggi TNI.

Sekolah tersebut menilai keberhasilan alumni dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta menjaga integritas dan tanggung jawab.

Perjalanan Tandyo dari bangku sekolah di Surakarta hingga menjadi KSAD menunjukkan panjangnya proses pendidikan dan penugasan yang ia jalani. Rekam jejaknya mencakup satuan tempur, komando kewilayahan, pendidikan militer, Kementerian Pertahanan, hingga pimpinan tingkat pusat.

Kini, sebagai KSAD, Tandyo memegang tanggung jawab memimpin TNI Angkatan Darat dan menjalankan kebijakan pertahanan sesuai tugas serta kewenangan yang diberikan negara.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan