Iran Ancam Blokade Laut Merah Balas Aksi Maritim AS

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Angkatan Laut AS berhasil memaksa delapan kapal tanker Iran putar balik ke China. DOK. PRESS TV
Supertanker Iran Lolos

Di tengah tekanan tersebut, sebuah supertanker minyak Iran dilaporkan berhasil memasuki perairan Iran setelah melintasi Selat Hormuz. Laporan ini disampaikan Anadolu Agency yang mengutip kantor berita Fars.

Supertanker itu memiliki kapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah dan berlayar melalui perairan internasional dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas AS terkait laporan tersebut.

Bacaan Lainnya
Blokade dan Gencatan Senjata Rapuh

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah “sepenuhnya menghentikan” aktivitas perdagangan maritim ke dan dari Iran. Blokade diberlakukan terhadap seluruh kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Ketegangan ini merupakan lanjutan eskalasi konflik sejak 28 Februari 2026, setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan selama 40 hari terhadap aset militer AS dan Israel.

Gencatan senjata dua pekan yang dimediasi pada 8 April sempat membuka ruang diplomasi di Islamabad. Namun, setelah 21 jam perundingan, delegasi Iran kembali ke Teheran tanpa kesepakatan.

Risiko Global Meningkat

Di tengah kebuntuan diplomasi, Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade laut di Selat Hormuz untuk mencegat kapal yang terafiliasi dengan Iran.

Ancaman Iran untuk menutup jalur ekspor-impor di kawasan Teluk hingga Laut Merah berpotensi mengguncang pasar energi global, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.

“Iran akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya,” kata Abdollahi.

Dengan eskalasi terbaru ini, gencatan senjata yang rapuh terancam runtuh, sementara dunia menghadapi risiko gangguan serius terhadap stabilitas energi dan keamanan maritim internasional.

Di sisi lain, upaya negosiasi tahap kedua tengah diinisiasi oleh Pakistan untuk menjembatani ketegangan antara AS dan Iran.***

 

Pos terkait